Ketua AKKOPASI Dadang Supriatna Sambut Deklarasi 42 Kepala Daerah Papua, Tegaskan Sanitasi Kunci Percepatan Eliminasi TBC
Minggu, 31 Mei 2026 06:37
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menyambut positif Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas yang digelar di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (30/5/2026).
Deklarasi yang ditandatangani para bupati dan wali kota se-Papua itu menjadi tonggak penting dalam memperkuat upaya pemberantasan TBC melalui pendekatan berbasis lingkungan dan partisipasi masyarakat. Bagi Dadang Supriatna, langkah tersebut menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga menyentuh akar persoalan yang memicu penyebaran penyakit.
"Ini merupakan langkah strategis dan patut diapresiasi. Kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan tetap sehat dan bebas dari faktor penyebab penyakit harus menjadi gerakan bersama," ujar Dadang Supriatna.
Pria yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung itu menegaskan, sanitasi lingkungan memiliki peran sangat penting dalam mendukung percepatan eliminasi TBC. Menurutnya, perbaikan kualitas lingkungan menjadi salah satu investasi kesehatan jangka panjang yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dadang mengatakan, deklarasi tersebut menjadi landasan kerja bersama bagi seluruh kepala daerah di Papua dalam memperkuat higiene sanitasi sekaligus mendukung akselerasi pengawasan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Upaya pemberantasan TBC tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan dan pengobatan. Kita harus menyelesaikan akar masalahnya, mulai dari akses sanitasi yang baik, ketersediaan air bersih, rumah yang sehat, ventilasi yang memadai hingga perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat," katanya.
Sebagai Ketua Umum AKKOPSI, Dadang menilai komitmen yang ditunjukkan 42 kepala daerah tersebut menjadi contoh penting bagaimana pemerintah daerah dapat bergerak secara serentak menghadapi persoalan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan berbasis sanitasi memiliki dampak luas karena tidak hanya membantu menekan angka penyebaran TBC, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
"Deklarasi ini memperlihatkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat. Yang dibangun bukan hanya aspek kuratif, tetapi juga pencegahan melalui lingkungan yang sehat dan perilaku masyarakat yang mendukung kesehatan," ujarnya.
Dalam Deklarasi Sorong, para kepala daerah berkomitmen mempercepat eliminasi TBC melalui perbaikan sanitasi berbasis komunitas, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan pengawasan keamanan pangan dalam Program MBG, hingga pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pengawasan lingkungan.
Dadang berharap semangat yang lahir dari Sorong dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk memperkuat pembangunan sanitasi sebagai bagian penting dari strategi peningkatan kesehatan masyarakat.
"Kita ingin melihat semakin banyak daerah yang menempatkan sanitasi sebagai prioritas pembangunan. Karena ketika lingkungan sehat tercipta, maka berbagai persoalan kesehatan masyarakat juga akan lebih mudah dikendalikan," tuturnya.
Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dunia usaha dan warga akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan target eliminasi TBC sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
"Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, saya yakin upaya percepatan eliminasi TBC dapat berjalan lebih efektif. Deklarasi ini menjadi bukti bahwa daerah-daerah di Papua siap mengambil peran penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat," pungkasnya.
