Bali Darurat Sampah! Menteri LH Turun Tangan, Koster Gaspol Bangun “Pabrik Listrik Sampah” demi Selamatkan Pulau Dewata
Selasa, 26 Mei 2026 18:16
Reporter : Tim Digo.id
DigoID — Gunungan sampah yang terus membayangi Bali akhirnya memaksa pemerintah pusat turun tangan lebih agresif. Pulau Dewata yang selama ini dijual sebagai surga wisata dunia kini berada di bawah sorotan serius akibat persoalan sampah yang makin mengkhawatirkan. Pemerintah tak mau citra Bali hancur di mata dunia.
Alarm itu mengemuka saat Gubernur Bali Wayan Koster bertemu Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat di Kantor Kementerian LH, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Pertemuan tersebut bukan sekadar rapat biasa. Pemerintah pusat resmi menjadikan Bali sebagai prioritas nasional dalam perang melawan sampah.
Dalam pertemuan itu, percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menjadi salah satu agenda paling panas dibahas. Proyek ini digadang-gadang sebagai solusi jangka panjang untuk menghentikan krisis sampah yang selama ini menjadi bom waktu lingkungan di Bali.
“Menteri LH berkomitmen menjadikan Bali sebagai prioritas nasional dalam penyelesaian persoalan sampah,” kata Wayan Koster dalam keterangannya.
Pernyataan itu menjadi sinyal keras bahwa pemerintah tak ingin Bali terus dipermalukan oleh tumpukan sampah, pencemaran, hingga sistem open dumping di TPA Suwung yang selama ini menuai sorotan.
“Bali merupakan wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Karena itu, penyelesaian persoalan sampah harus dilakukan secara serius, terpadu, dan berkelanjutan,” ujar Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat dalam pertemuan tersebut.
Tak hanya bicara di atas meja, Menteri LH bahkan dijadwalkan turun langsung ke Bali pada 9 Juni 2026 mendatang. Agenda itu akan diisi rapat koordinasi besar bersama seluruh kepala daerah se-Bali untuk membahas percepatan penanganan sampah, termasuk kondisi kritis TPA Suwung dan realisasi proyek PSEL.
Langkah ini dinilai mendesak. Sebab, persoalan sampah di Bali tak lagi sekadar isu kebersihan, tetapi sudah menyentuh ancaman terhadap sektor pariwisata, kesehatan lingkungan, hingga reputasi internasional Indonesia.
Pemerintah pusat juga disebut memberi perhatian khusus terhadap praktik open dumping yang selama ini masih terjadi. Sistem pembuangan terbuka itu dianggap tak lagi layak bagi Bali yang menjadi etalase pariwisata Indonesia di mata dunia.
Menariknya, pertemuan tersebut juga diwarnai suasana akrab karena Menteri LH Jumhur Hidayat dan Gubernur Koster sama-sama alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kesamaan latar belakang itu disebut mempermudah penyamaan visi dalam merumuskan langkah konkret menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini tak kunjung tuntas.
