Tegas, Mensos Terbitkan SE Larangan Lansia untuk Mengemis

Kamis, 19 Januari 2023 07:45

Reporter : Antara

top-news

Dok ant.

JAKARTA -- Menteri Sosial Tri Rismaharini mengeluarkan Surat Edaran yang ditujukan kepada pemerintah daerah untuk melarang eksploitasi warga lanjut usia (lansia), seiring dengan makin maraknya lansia mengemis di sosial media.


Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penertiban Kegiatan Eksploitasi dan/atau Kegiatan Mengemis yang Memanfaatkan Lanjut Usia, Anak, Penyandang Disabilitas, dan/atau Kelompok Rentan Lainnya.


Dalam edaran yang diterbitkan 16 Januari 2023 itu, para gubernur dan bupati/wali kota diimbau untuk mencegah adanya kegiatan mengemis baik yang dilakukan secara luring maupun daring di media sosial yang mengeksploitasi para lansia, anak, penyandang disabilitas, dan/atau kelompok rentan lainnya.


Edaran Mensos pun mengatur tindakan yang harus dilakukan apabila menemukan kegiatan eksploitasi. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta melaporkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Satuan Polisi Pamong Praja apabila menemukan kegiatan mengemis dan/atau eksploitasi para lanjut usia, anak, penyandang disabilitas, dan/atau kelompok rentan lainnya.


"Pemda diminta untuk memberikan perlindungan, rehabilitasi sosial, dan bantuan kepada para lanjut usia, anak, penyandang disabilitas, dan/atau kelompok rentan lainnya yang telah menjadi korban eksploitasi melalui mengemis baik yang dilakukan secara luring maupun daring di media sosial," begitu bunyi dari Surat Edaran tersebut.


Sebelumnya, Mensos Risma berjanji akan menyurati pemda terkait isu yang sedang ramai di media sosial mengenai lansia yang dipaksa mengemis sambil live streaming.


"Nanti saya surati ya. Ndak, ndak (bukan ke kepolisian). Saya imbauan ke daerah, Itu (ngemis online) memang enggak boleh," ujar Risma.


Belakangan ini, masyarakat dibuat resah oleh maraknya konten mengemis online di Tiktok yang mengeksploitasi lansia. Ibu-ibu paruh baya diminta mengguyur air ke tubuh mereka untuk mendapatkan gift atau bayaran dari penonton. Lebih memprihatinkan, eksploitasi ini dilakukan oleh anaknya sendiri.


Lansia adalah salah satu klaster yang menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial sehingga fenomena ini menjadi perhatian Menteri Sosial. Dalam beberapa kesempatan, Mensos mengatakan bahwa lansia berperan besar dalam membesarkan anak dan keturunannya. Oleh karena itu, lansia tidak boleh ditelantarkan, apalagi dieksploitasi.


Kemensos sendiri memiliki berbagai program untuk kesejahteraan lansia. Salah satu yang terbaru adalah bantuan permakanan bagi lansia tunggal.


Bukan cuma itu, Kemensos melalui Sentra dan Sentra Terpadu yang tersebar di daerah juga memberikan berbagai program perlindungan, jaminan dan perlindungan serta layanan asistensi rehabilitasi sosial bagi lansia telantar. (ant)

Redaktur : Anggun N.K Putri
iklan

Berita Terkait


kds-tak-mau-terjebak-status-darurat-sampah-kabupaten-bandung-kejar-solusi-600-ton-per-hari

KDS Tak Mau Terjebak Status Darurat Sampah, Kabupaten Bandung Kejar Solusi 600 Ton per Hari

Kabupaten Bandung tidak ingin terus bergantung pada Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (T...

kds-pastikan-penanganan-banjir-tegalluar-berjalan-infrastruktur-dan-normalisasi-sungai-dipercepat

KDS Pastikan Penanganan Banjir Tegalluar Berjalan, Infrastruktur dan Normalisasi Sungai Dipercepat

KDS mengaku sengaja turun langsung memimpin rapat karena berbagai pembahasan dan koordinasi yang dil...

mbg-di-kabupaten-bandung-bertambah-ali-syakieb-yakin-stunting-turun-anak-anak-nanti-bisa-setinggi-saya

MBG di Kabupaten Bandung Bertambah, Ali Syakieb Yakin Stunting Turun: “Anak-anak Nanti Bisa Setinggi Saya”

Manfaat MBG tidak berhenti pada anak-anak penerima makanan bergizi. Program ini juga menggerakkan ro...

ayep-zaki-didemo-rt-dan-rw-fenomena-langka-yang-mengguncang-kota-sukabumi

Ayep Zaki Didemo RT dan RW, Fenomena Langka yang Mengguncang Kota Sukabumi

Demonstrasi yang melibatkan RT dan RW dalam jumlah besar bukanlah peristiwa yang lazim terjadi. Kare...

ali-syakieb-tak-mau-lagi-tunggu-bola-150-ribu-umkm-kabupaten-bandung-diburu-untuk-sertifikasi-halal

Ali Syakieb Tak Mau Lagi Tunggu Bola, 150 Ribu UMKM Kabupaten Bandung Diburu untuk Sertifikasi Halal

Persoalan utama yang selama ini dihadapi bukan hanya soal biaya atau prosedur, melainkan minimnya in...

kds-tancap-gas-atasi-banjir-tegalluar-sungai-dikeruk-dan-danau-retensi-15-hektare-segera-dibangun

KDS Tancap Gas Atasi Banjir Tegalluar, Sungai Dikeruk dan Danau Retensi 1,5 Hektare Segera Dibangun

Di tengah keluhan warga yang kerap menghadapi genangan saat hujan deras, Pemkab Bandung mulai menjal...

viral-lagu-mas-bahlil-ganteng-bahlil-minta-raffi-ahmad-buru-penciptanya-mau-diundang-dan-dikasih-apresiasi

Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng', Bahlil Minta Raffi Ahmad Buru Penciptanya: Mau Diundang dan Dikasih Apresiasi

Fenomena lagu viral "MBG (Mas Bahlil Ganteng)" rupanya tak luput dari perhatian Menteri Energi dan S...

gunungan-sampah-pasar-baleendah-muncul-lagi-sebulan-setelah-sidak-sekda-jabar

Gunungan Sampah Pasar Baleendah Muncul Lagi, Sebulan Setelah Sidak Sekda Jabar

Tumpukan sampah yang sebagian besar berasal dari aktivitas pasar itu kini kembali meluber hingga ke...

kds-wanti-wanti-bahaya-era-digital-generasi-muda-jangan-sampai-kehilangan-karakter-dan-jati-diri

KDS Wanti-wanti Bahaya Era Digital: Generasi Muda Jangan Sampai Kehilangan Karakter dan Jati Diri

Pemkab Bandung memperkuat pendidikan karakter melalui sejumlah kebijakan muatan lokal yang menjadi c...