KDS Tancap Gas Atasi Banjir Tegalluar, Sungai Dikeruk dan Danau Retensi 1,5 Hektare Segera Dibangun
Selasa, 02 Juni 2026 07:28
Reporter : Tim Digo.id
DigoID - Persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menghantui warga Tegalluar kini menjadi perhatian serius Bupati Bandung Dadang Supriatna. KDS turun langsung ke lapangan untuk memastikan percepatan normalisasi Sungai Cilisungan sekaligus mengawal pembangunan Danau Retensi Tegalluar 1 yang digadang-gadang menjadi solusi pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Peninjauan dilakukan KDS di lokasi normalisasi Sungai Cilisungan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Senin (1/6/2026).
Di tengah keluhan warga yang kerap menghadapi genangan saat hujan deras, Pemkab Bandung mulai menjalankan langkah konkret berupa pengerukan sedimentasi, pelebaran sungai dan anak sungai, hingga penataan saluran air yang selama ini menjadi titik hambatan aliran.
"Di antaranya normalisasi sungai dengan pengerukan sedimentasi, pelebaran sungai dan anak sungai, serta penataan saluran air yang melintas di wilayah Bojongsoang," kata KDS.
Menurut KDS, sedimentasi yang menumpuk selama bertahun-tahun membuat kapasitas tampung Sungai Cilisungan terus berkurang. Akibatnya, saat debit air meningkat, sungai tidak mampu menampung aliran sehingga banjir mudah terjadi.
Karena itu, pengerukan dasar sungai dan pelebaran alur air menjadi pekerjaan prioritas yang kini dikebut secara bertahap.
Tak hanya fokus pada normalisasi sungai, KDS juga memastikan pembangunan Danau Retensi Tegalluar 1 terus bergerak. Infrastruktur pengendali banjir seluas 1,5 hektare tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
"Untuk Danau Retensi Tegalluar 1 ini alhamdulillah sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini prosesnya terus berjalan," ujarnya.
Danau retensi itu nantinya berfungsi menampung limpasan air hujan dalam jumlah besar sebelum dialirkan secara bertahap ke sungai. Kehadirannya diharapkan mampu mengurangi beban Sungai Cilisungan sekaligus menekan risiko genangan di kawasan permukiman warga.
Selain itu, sejumlah infrastruktur yang dianggap menghambat aliran air juga akan dievaluasi. Beberapa jembatan dengan kapasitas yang sudah tidak memadai direncanakan dibongkar dan diganti dengan konstruksi yang lebih besar agar aliran sungai lebih lancar.
KDS menegaskan penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia mengajak masyarakat, pelaku usaha, akademisi, pemilik lahan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif mendukung program pengendalian banjir.
"Mudah-mudahan semua mendukung dan menyadari bahwa ini untuk kepentingan bersama. Penanganan banjir Tegalluar membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar hasilnya maksimal," tegas KDS.
Melalui normalisasi Sungai Cilisungan, pembangunan Danau Retensi Tegalluar 1, serta kolaborasi pentahelix yang terus diperkuat, KDS berharap banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga Tegalluar dan Bojongsoang dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan. (*)
