MBG di Kabupaten Bandung Bertambah, Ali Syakieb Yakin Stunting Turun: “Anak-anak Nanti Bisa Setinggi Saya”
Selasa, 02 Juni 2026 13:21
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas di Kabupaten Bandung. Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb bahkan optimistis program unggulan pemerintah pusat tersebut tidak hanya mampu menekan angka stunting, tetapi juga menciptakan efek ekonomi berantai yang menguntungkan masyarakat.
Ali menyebut, manfaat MBG tidak berhenti pada anak-anak penerima makanan bergizi. Program ini juga menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari pedagang pasar, pelaku UMKM hingga membuka lapangan kerja baru melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"MBG bukan hanya bermanfaat untuk penerima manfaat saja. Ada multiplier effect yang sangat besar. Pedagang pasar terbantu, UMKM ikut bergerak, dan SPPG juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat," kata Ali Syakieb usai meresmikan dapur SPPG di Margahayu Selatan, Selasa (2/6/2026).
Peresmian dapur SPPG tersebut menjadi salah satu langkah percepatan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bandung. Ali mengaku terkesan dengan fasilitas yang dimiliki dapur tersebut.
Menurutnya, dapur yang baru diresmikan memiliki standar yang sangat baik, baik dari sisi luas bangunan, tata letak hingga sistem keamanan yang diterapkan.
"Saya bisa katakan ini salah satu dapur yang sangat baik. Layout-nya bagus, lahannya luas, spesifikasi bangunannya juga luar biasa. Bahkan ada alat pendeteksi kebocoran gas yang bisa langsung memutus aliran gas secara otomatis. Ini bisa menjadi contoh bagi dapur-dapur lainnya untuk meminimalisasi risiko," ujarnya.
Ali mengatakan, Kabupaten Bandung ditargetkan memiliki sekitar 545 dapur MBG yang akan melayani ribuan penerima manfaat di berbagai wilayah. Ia menilai keberadaan dapur-dapur tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, ia meminta seluruh mitra, kepala SPPG, koordinator kecamatan hingga koordinator wilayah untuk terus menjaga komunikasi dan memastikan program berjalan optimal.
"Kalau ada kekurangan, tugas kita bersama untuk memperbaikinya. Program ini harus terus dimaksimalkan karena ini bagian dari persiapan Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bandung, Ali mengaku memiliki keyakinan besar bahwa program MBG akan memberikan dampak nyata terhadap penurunan kasus stunting.
Bahkan, dengan gaya khasnya, Ali sempat berkelakar mengenai harapannya terhadap generasi masa depan Kabupaten Bandung.
"Saya punya keyakinan dengan adanya MBG ini, dampaknya terhadap penurunan stunting akan cukup besar. Mudah-mudahan anak-anak kita nanti saat dewasa bisa setinggi saya," katanya sambil tersenyum.
Meski demikian, Ali mengingatkan bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemenuhan gizi semata. Menurutnya, masih ada faktor lain yang turut berkontribusi terhadap tingginya angka stunting, seperti pola asuh keluarga dan pernikahan usia dini.
"Stunting bukan hanya soal kekurangan asupan gizi pada anak atau ibu hamil. Ada faktor pola asuh dan pernikahan dini yang juga harus ditekan. Dua faktor ini sangat berpengaruh terhadap munculnya kasus stunting," jelasnya.
Ali mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Bandung saat ini tengah menunggu hasil survei terbaru yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar untuk mengukur sejauh mana efektivitas berbagai program penanganan stunting yang telah berjalan, termasuk MBG.
Ia mengaku telah melakukan koordinasi internal dengan jajaran perangkat daerah yang menangani persoalan stunting. Dari laporan awal yang diterimanya, program MBG disebut telah memberikan dampak positif terhadap upaya penurunan angka stunting.
"Kemarin saya sempat rapat internal membahas stunting. Informasi yang saya terima, keberadaan MBG ini memberikan dampak yang cukup signifikan. Tapi kita tidak boleh berasumsi. Semua harus berdasarkan data dan indikator yang jelas," tuturnya.
Karena itu, Ali memilih menunggu hasil survei resmi sebelum menyimpulkan keberhasilan program tersebut.
"Kita lihat nanti hasil bulan Juni. Apakah turun atau naik, dan berapa besar penurunannya. Saya tidak mau berangan-angan. Tapi saya punya keyakinan dengan sinergi program pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten Bandung, insya Allah angka stunting di Kabupaten Bandung akan terus menurun," pungkasnya.
