Ayep Zaki Didemo RT dan RW, Fenomena Langka yang Mengguncang Kota Sukabumi
Selasa, 02 Juni 2026 12:28
Reporter : Tim Digo.id
DigoID — Gelombang aspirasi dari akar rumput mengguncang Kota Sukabumi. Ratusan Ketua RT dan RW yang selama ini dikenal sebagai mitra terdekat pemerintah turun menyuarakan keresahan mereka secara terbuka. Peristiwa ini sontak menjadi perhatian publik dan memunculkan pertanyaan besar, ada apa sebenarnya dengan pemerintahan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki?
Aksi yang melibatkan para Ketua RT dan RW tersebut dinilai sebagai fenomena yang sangat jarang terjadi. Sebab, RT dan RW selama ini merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus perpanjangan tangan pemerintah di tingkat lingkungan. Ketika mereka memilih menyampaikan aspirasi secara terbuka, publik menilai ada persoalan yang dianggap cukup serius untuk diperjuangkan.
Tidak sedikit warga yang terkejut. Ayep Zaki sudah menghadapi gelombang kritik dari unsur masyarakat yang selama ini berada di garis depan pelayanan publik.
Peristiwa ini kemudian memicu perdebatan luas di tengah masyarakat. Sebagian menilai aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah daerah. Namun sebagian lainnya melihatnya sebagai bukti bahwa demokrasi di Kota Sukabumi berjalan sehat dan masyarakat memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.
Yang menarik, demonstrasi yang melibatkan RT dan RW dalam jumlah besar bukanlah peristiwa yang lazim terjadi. Karena itu, aksi tersebut dengan cepat menjadi sorotan dan diperbincangkan luas di berbagai platform media sosial.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah yang akan diambil Ayep Zaki. Mampukah orang nomor satu di Kota Sukabumi itu meredam polemik dan membangun kembali komunikasi dengan para Ketua RT dan RW? Atau justru dinamika ini akan menjadi awal dari gelombang kritik yang lebih besar ke depan?
Satu hal yang pasti, peristiwa ini telah menjadi catatan penting dalam perjalanan politik Kota Sukabumi. Ketika RT dan RW yang selama ini dikenal sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat memilih turun menyuarakan aspirasi, maka pesan yang disampaikan tidak bisa dianggap sebagai suara biasa.
Publik kini menunggu jawaban, langkah, dan solusi nyata dari Pemerintah Kota Sukabumi.
