KDS Wanti-wanti Bahaya Era Digital: Generasi Muda Jangan Sampai Kehilangan Karakter dan Jati Diri
Senin, 01 Juni 2026 12:27
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Di tengah derasnya arus informasi digital yang tak terbendung, Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) mengingatkan ancaman yang kini dihadapi bangsa bukan lagi penjajahan fisik, melainkan lunturnya karakter, moral, dan identitas generasi muda.
Peringatan itu disampaikan KDS saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Lapangan Upakarti Soreang, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, kemajuan teknologi informasi memang menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun di balik manfaat tersebut, tersimpan tantangan besar berupa banjir informasi yang sulit dikendalikan, meningkatnya potensi perpecahan, intoleransi, hingga memudarnya nilai-nilai kebangsaan dan budaya di kalangan generasi muda.
"Tantangan bangsa hari ini bukan lagi tentang penjajahan fisik, tetapi bagaimana kita menjaga persatuan, memperkuat karakter generasi muda, dan memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah perubahan zaman," tegas KDS.
Ia menilai tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", harus menjadi seruan bersama untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mengarahkan pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan pemuda, hingga penguatan pendidikan karakter.
"Kami ingin pembangunan tidak hanya menghasilkan generasi yang pintar, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, berakhlakul karimah, berbudaya, dan kuat secara moral sehingga mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang datang melalui perkembangan teknologi informasi," katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Bandung memperkuat pendidikan karakter melalui sejumlah kebijakan muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah. Program tersebut mencakup pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan bahasa dan budaya Sunda, hingga pendidikan mengaji dan menghafal Al-Qur'an.
KDS meyakini, kombinasi pendidikan kebangsaan, budaya, dan spiritual menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecintaan terhadap budaya daerah, semangat nasionalisme, serta keteguhan moral.
"Kami ingin anak-anak Kabupaten Bandung tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air, memahami nilai-nilai Pancasila, menghormati budaya dan kearifan lokal, serta memiliki akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan global," ujarnya.
Ia menegaskan, teknologi digital seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan memperluas wawasan, bukan justru menjadi sumber konflik maupun degradasi moral.
Karena itu, KDS menilai peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi sangat penting dalam mendampingi generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Di akhir sambutannya, KDS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membimbing tunas bangsa agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai luhur bangsa.
"Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan semangat Kebangkitan Nasional sebagai energi untuk terus bergerak maju mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas," pungkasnya.
