Prabowo Kirim Pesan Keras di Hari Lahir Pancasila: Kekayaan RI Harus Kembali ke Rakyat!

Senin, 01 Juni 2026 11:57

Reporter : Tim Digo.id

top-news

DigoID - Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 bukan sekadar seremoni kenegaraan. Dari Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026), Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan pesan tegas yang menyentuh salah satu isu paling sensitif di Indonesia: pengelolaan kekayaan negara untuk kesejahteraan rakyat.

Di tengah khidmatnya upacara yang dihadiri para tokoh bangsa lintas generasi, Prabowo menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi kompas utama pembangunan nasional, termasuk dalam menentukan arah perekonomian Indonesia. Pesan itu menjadi sorotan karena disampaikan saat kesenjangan ekonomi dan tuntutan pemerataan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar di Gedung Pancasila dan dimulai tepat pukul 09.45 WIB. Presiden Prabowo memimpin langsung jalannya upacara yang berlangsung khidmat. Sebelum prosesi dimulai, Kepala Negara tiba di lokasi sekitar pukul 09.35 WIB.

Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono dipercaya sebagai Komandan Upacara. Selain pengibaran Sang Merah Putih, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun perhatian publik tak hanya tertuju pada jalannya upacara. Kehadiran sejumlah tokoh nasional membuat peringatan tahun ini terasa istimewa. Di antara tamu undangan tampak Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga hadir memenuhi area VIP. Terlihat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Jajaran pimpinan TNI dan Polri turut mengikuti upacara tersebut. Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam amanatnya, Prabowo mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari perjalanan panjang sejarah bangsa dan tidak boleh diperlakukan hanya sebagai simbol atau dokumen kenegaraan semata.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus hadir dalam kebijakan nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi.

“Perekonomian Indonesia harus berpihak kepada rakyat. Seluruh kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini wajib dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh masyarakat,” tegas Prabowo.

Pernyataan tersebut langsung menjadi salah satu bagian paling kuat dalam pidato Presiden. Di tengah melimpahnya sumber daya alam Indonesia, pesan agar kekayaan negara benar-benar memberikan manfaat kepada rakyat dinilai sebagai pengingat bahwa tujuan akhir pembangunan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, melainkan kesejahteraan yang merata.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Tema tersebut membawa pesan bahwa persatuan nasional tidak boleh berhenti menjadi jargon politik atau slogan peringatan tahunan. Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya polarisasi di ruang digital, masyarakat diajak kembali menghidupkan nilai gotong royong, toleransi, dan saling menghormati.

Pesan itu terasa relevan ketika media sosial kerap menjadi arena perpecahan akibat hoaks, ujaran kebencian, hingga konflik antarkelompok. Pemerintah menilai implementasi nilai Pancasila harus dimulai dari perilaku sehari-hari, termasuk dalam berkomunikasi di ruang publik digital.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 pun menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Dari Gedung Pancasila, Presiden Prabowo mengirim sinyal kuat bahwa dasar negara harus menjadi pedoman nyata dalam mengelola bangsa, menjaga persatuan, sekaligus memastikan kekayaan Indonesia benar-benar kembali untuk kemakmuran rakyat. Sebab tanpa itu, Pancasila berisiko hanya menjadi teks yang dibaca setiap tahun, tetapi kehilangan makna dalam kehidupan nyata.

Redaktur : Admin
iklan

Berita Terkait


kds-wanti-wanti-bahaya-era-digital-generasi-muda-jangan-sampai-kehilangan-karakter-dan-jati-diri

KDS Wanti-wanti Bahaya Era Digital: Generasi Muda Jangan Sampai Kehilangan Karakter dan Jati Diri

Pemkab Bandung memperkuat pendidikan karakter melalui sejumlah kebijakan muatan lokal yang menjadi c...

prabowo-kirim-pesan-keras-di-hari-lahir-pancasila-kekayaan-ri-harus-kembali-ke-rakyat

Prabowo Kirim Pesan Keras di Hari Lahir Pancasila: Kekayaan RI Harus Kembali ke Rakyat!

Prabowo mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari perjalanan panjang sejarah bangsa dan tidak boleh di...

komandan-lanud-husein-sastranegara-siap-dukung-reaktivasi-bandara-untuk-kemajuan-bandung-dan-jawa-barat

Komandan Lanud Husein Sastranegara: Siap Dukung Reaktivasi Bandara untuk Kemajuan Bandung dan Jawa Barat

Pihak Lanud akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses reak...

harga-bbm-juni-2026-dexlite-dan-pertamina-dex-ambles-pertamax-turbo-tembus-rp20750

Harga BBM Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Ambles, Pertamax Turbo Tembus Rp20.750

Penyesuaian harga tersebut dilakukan Pertamina sebagai implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 245...

terungkap-hari-lahir-pancasila-baru-jadi-libur-nasional-pada-2016-ini-alasan-di-baliknya

Terungkap! Hari Lahir Pancasila Baru Jadi Libur Nasional pada 2016, Ini Alasan di Baliknya

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahi...

1-juni-bukan-sekadar-tanggal-merah-inilah-drama-panjang-kelahiran-pancasila-yang-nyaris-mengubah-wajah-indonesia

1 Juni Bukan Sekadar Tanggal Merah: Inilah Drama Panjang Kelahiran Pancasila yang Nyaris Mengubah Wajah Indonesia

Istilah Pancasila pertama kali diperkenalkan oleh Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha...

aksi-jambret-siang-bolong-berujung-petaka-pelaku-tersungkur-usai-dikejar-korban-dan-warga

Aksi Jambret Siang Bolong Berujung Petaka, Pelaku Tersungkur Usai Dikejar Korban dan Warga

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit telepon genggam Xiaomi Redmi Note 14 milik korban....

tbc-rugikan-negara-rp40-triliun-per-tahun-dadang-supriatna-desak-42-kepala-daerah-papua-bergerak-cepat

TBC Rugikan Negara Rp40 Triliun per Tahun, Dadang Supriatna Desak 42 Kepala Daerah Papua Bergerak Cepat

Fakta yang lebih mengkhawatirkan, lanjut Dadang, satu penderita TBC aktif yang belum mendapatkan pen...

viral-aksi-palak-pengendara-di-dago-pria-berjulukan-demon-diciduk-polisi-usai-teror-mobil-pelat-b

Viral Aksi Palak Pengendara di Dago, Pria Berjulukan "Demon" Diciduk Polisi usai Teror Mobil Pelat B

Dengan memanfaatkan ketakutan para pengendara, terutama kendaraan berpelat nomor B, pelaku diduga me...