Wakil Ketua DPR Minta Kemenkes Telaah Kembali Kasus Gagal Ginjal

Selasa, 07 Februari 2023 13:48

Reporter : Antara

top-news

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dok ant.

JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Komisi IX DPR dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI guna menelaah kembali kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) yang terjadi beberapa waktu lalu.


“Kita akan minta komisi teknis dan pemerintah untuk menelaah kenapa hal ini bisa terjadi lagi, apakah itu sisa obat belum ditarik yang sudah beredar di masyarakat. Ini kan agak susah apalagi di daerah pelosok,” kata Dasco ketika ditemui di Jakarta, Selasa, 7 Februari 2023.


Dia menyebut kasus GGAPA yang bukan pertama kali terjadi ini perlu diatasi dengan mengambil langkah lebih keras lagi dengan berkaca pada kasus sebelumnya.


"Bersama-sama kita telaah dan pelajari, dan kemudian melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu dan keras menurut saya supaya hal ini tidak terjadi lagi," tuturnya.


Meski begitu, dirinya enggan menyebut jika pemerintah disebut lalai atas kasus GGAPA yang kembali terjadi.


Justru dia mengapresiasi langkah yang telah dilakukan pemerintah dengan menarik obat yang mengandung senyawa kimia "etilen glikol/dietilen glikol" (EG/DEG) yang melampaui batas aman.


"Justru begini, kita atensi apa yang sudah dilakukan pemerintah dengan cepat melakukan penarikan obat yang sudah telanjur beredar di masyarakat," paparnya.


Maka dari itu, menurutnya bisa dilakukan evaluasi guna mengambil langkah yang lebih tepat agar kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.


"Untuk itu kita jadikan evaluasi dan kemudian menjadi suatu tindakan terukur dan tegas dalam hal antisipasi agar hal tersebut tak terjadi lagi," katanya.


Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI melaporkan pada Senin, 6 Februari 2023, terdapat dua temuan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) di Jakarta Barat dan Jakarta Timur.


Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama menjelaskan dari dua temuan itu, satu pasien terkonfirmasi mengalami gangguan ginjal akut yang akhirnya meninggal dunia. Satu pasien lainnya masih suspek dan masih dirawat di salah satu rumah sakit.


Sampai November 2022, tercatat ada 324 kasus gangguan ginjal akut di Indonesia akibat cemaran senyawa EG/DEG pada produk obat sirop. Sebanyak 200 pasien dilaporkan meninggal dunia dan 111 pasien lainnya sembuh.


Diketahui, ambang batas aman cemaran EG/DEG pada bahan baku "propilen glikol" telah ditetapkan kurang dari 0,1 persen, sedangkan ambang batas aman ('tolerable daily intake'/TDI) untuk cemaran EG dan DEG pada sirup obat tidak melebihi 0,5 mg/kg berat badan per hari. (ant)

Redaktur : Anggun N.K Putri

Berita Terkait


mantan-kepala-bgn-dadan-hindayana-ditahan-kejagung-langsung-digiring-ke-mobil-tahanan

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Langsung Digiring ke Mobil Tahanan

Dadan Hindayana keluar dari gedung pemeriksaan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda s...

gaokao-berakhir-ribuan-pelajar-tiongkok-pecah-tangis-dan-sorak-gembira-ujian-yang-menentukan-masa-depan

Gaokao Berakhir, Ribuan Pelajar Tiongkok Pecah Tangis dan Sorak Gembira: Ujian yang Menentukan Masa Depan

Bagi jutaan siswa, Gaokao bukan sekadar ujian akademik. Ini adalah puncak dari perjuangan panjang ya...

dadan-hindayana-jadi-tersangka-rompi-tahanan-melekat-skandal-mbg-diduga-seret-jual-beli-titik-dapur-hingga-korupsi-anggaran

Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Rompi Tahanan Melekat! Skandal MBG Diduga Seret Jual-Beli Titik Dapur hingga Korupsi Anggaran

Penetapan status tersangka terhadap Dadan menjadi pukulan telak bagi program unggulan pemerintahan P...

ksp-ungkap-ada-informasi-jual-beli-dapur-mbg-kepala-bgn-langsung-dicopot

KSP Ungkap Ada Informasi Jual Beli Dapur MBG, Kepala BGN Langsung Dicopot

Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengakui adanya informasi mengenai dugaan praktik jual...

bandung-raya-di-ambang-darurat-dadang-supriatna-kumpulkan-seluruh-pemangku-kepentingan-banjir-dan-sampah-harus-dituntaskan-bersama

Bandung Raya di Ambang Darurat! Dadang Supriatna Kumpulkan Seluruh Pemangku Kepentingan, Banjir dan Sampah Harus Dituntaskan Bersama

Pertemuan yang dikemas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Banjir DAS Citarum dan Permasalahan Sampah...

kejagung-geledah-kantor-bgn-sehari-setelah-bos-bosnya-dicopot-prabowo-ada-apa-di-balik-badan-gizi-nasional

Kejagung Geledah Kantor BGN Sehari Setelah Bos-Bosnya Dicopot Prabowo, Ada Apa di Balik Badan Gizi Nasional?

Gelombang guncangan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) belum mereda. Sehari setelah Presiden Prabowo...

tangis-haru-pecah-di-jeddah-jemaah-haji-indonesia-mulai-pulang-menteri-warning-maskapai-jangan-sampai-delay-berganti-hari

Tangis Haru Pecah di Jeddah, Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang: Menteri Warning Maskapai, Jangan Sampai Delay Berganti Hari!

Pelepasan kloter pertama jemaah haji Indonesia dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mo...

wo-marwah-catering-tumbang-pasutri-pemilik-resmi-jadi-tersangka-56-pernikahan-gagal-digelar-kerugian-tembus-miliaran-rupiah

WO Marwah Catering Tumbang! Pasutri Pemilik Resmi Jadi Tersangka, 56 Pernikahan Gagal Digelar, Kerugian Tembus Miliaran Rupiah

Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 492 KUHP tentang perbuatan curang dan Pasal 486 KUHP tentang p...

garuda-ai-brin-picu-amarah-publik-hari-lahir-pancasila-berujung-polemik-hingga-minta-maaf

Garuda ‘AI’ BRIN Picu Amarah Publik, Hari Lahir Pancasila Berujung Polemik hingga Minta Maaf

Polemik ini menjadi perhatian karena menyangkut Garuda Pancasila, lambang resmi negara yang memiliki...