Dari Wartawati hingga Orang Kepercayaan Prabowo, Nanik Deyang Kini Pegang Kendali Program Makan Bergizi Gratis
Selasa, 02 Juni 2026 21:55
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Nama Nanik Sudaryati Deyang mendadak menjadi pusat perhatian nasional. Di tengah keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), sosok yang selama ini berada di balik layar justru naik ke panggung utama.
Per Selasa (2/6/2026), Nanik resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN, menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan setelah pemerintah melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kinerja lembaga tersebut selama sekitar 1,5 tahun terakhir.
Penunjukan Nanik bukan sekadar pergantian pejabat biasa. Ia kini memegang kendali atas salah satu program paling ambisius dan paling disorot pemerintahan Prabowo, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar jutaan anak Indonesia.
Bagi sebagian masyarakat, nama Nanik mungkin belum sepopuler para menteri atau kepala lembaga lainnya. Namun di lingkungan pemerintahan dan politik nasional, rekam jejaknya tidak bisa dianggap remeh.
Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Posisi tersebut membuatnya memahami secara langsung dinamika internal lembaga, mulai dari pelaksanaan program di lapangan hingga berbagai persoalan yang muncul selama perjalanan MBG.
Menariknya, perjalanan karier Nanik tidak dimulai dari birokrasi. Ia dikenal sebagai mantan wartawati yang kemudian terjun ke dunia politik. Kemampuannya membangun komunikasi publik dan membaca persoalan secara kritis menjadi modal yang mengantarkannya ke berbagai posisi strategis.
Nama Nanik juga tidak bisa dilepaskan dari perjalanan politik Prabowo Subianto. Ia pernah menjadi bagian dari tim sukses Prabowo pada Pemilihan Presiden 2019. Kedekatan dan kepercayaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun itu diyakini menjadi salah satu faktor yang membuat Prabowo mantap menyerahkan kursi Kepala BGN kepadanya.
Keputusan ini sekaligus mengirim pesan kuat bahwa Presiden menginginkan figur yang tidak hanya memahami teknis program, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan publik terhadap proyek unggulan pemerintah.
Pasalnya, Program Makan Bergizi Gratis bukan program biasa. Selain menyedot anggaran besar, program ini juga menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pemerintahan Prabowo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Karena itu, siapa pun yang duduk di kursi Kepala BGN akan berada di bawah sorotan tajam publik. Sedikit saja terjadi masalah dalam distribusi, kualitas makanan, atau pengelolaan anggaran, dampaknya bisa langsung menjadi isu nasional. Di sinilah tantangan besar menanti Nanik Deyang.
Ia tidak hanya dituntut melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga harus membuktikan bahwa pergantian kepemimpinan mampu membawa perbaikan nyata. Pengalaman di bidang komunikasi publik akan diuji ketika harus menjawab kritik, sementara latar belakang investigasinya akan dibutuhkan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
Dengan jabatan baru ini, Nanik kini berada di garis depan salah satu program paling strategis pemerintahan Prabowo. Dari seorang wartawati, politikus, hingga orang kepercayaan presiden, perjalanan kariernya memasuki babak baru yang jauh lebih besar.
Sorotan kini tertuju kepadanya. Sebab keberhasilan atau kegagalan Program Makan Bergizi Gratis ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana Nanik Deyang mengendalikan Badan Gizi Nasional setelah lengsernya Dadan Hindayana.
