Setelah Kembali Menggunung, Sampah TPS Pasar Baleendah Akhirnya Diangkut Lagi
Rabu, 03 Juni 2026 20:17
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Baru sebulan sejak dibersihkan besar-besaran, TPS Pasar Baleendah kembali dipenuhi tumpukan sampah. Bau menyengat, air lindi mengalir ke jalan, dan pembeli mulai menjauh. Rabu (3/6/2026), Pemkab Bandung kembali mengerahkan alat berat dan tiga truk tronton untuk mengangkut sampah ke TPA Sarimukti. Namun, persoalan yang sama kembali terulang.
Tumpukan sampah yang sempat dibersihkan Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Bandung pada 30 April lalu kini kembali menggunung. Kondisi itu memicu keluhan pedagang karena mengganggu aktivitas jual beli dan kenyamanan pengunjung pasar.
Pantauan di lokasi, alat berat tampak memindahkan sampah ke truk pengangkut. Meski proses pembersihan berlangsung, air lindi masih terlihat menggenangi akses jalan penghubung Pasar Baleendah dan Jalan Terusan Bojongsoang.
Perwakilan pedagang Pasar Baleendah, Indra Sukoco, mengatakan pengangkutan terakhir dilakukan pada 18 Mei dan hanya menggunakan satu kontainer.
"Setelah itu tidak ada pengangkutan lagi sampai kemarin. Hari ini baru diangkut kembali," ujar Indra.
Menurutnya, dampak paling terasa adalah menurunnya jumlah pembeli akibat bau sampah yang menyengat.
"Pembeli banyak yang enggan lewat sini. Akhirnya omzet pedagang ikut terdampak," katanya.
Di balik kembali menggunungnya sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mengungkap persoalan utama bukan sekadar keterlambatan pengangkutan, melainkan belum optimalnya pemilahan sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bandung, Abdul Wahid Fauzy, mengatakan pihaknya bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian telah sepakat menerapkan sistem pemilahan sampah pasca pembersihan besar sebelumnya.
Namun, sampah masih bercampur dan banyak yang dibuang di luar bak amrol yang telah disediakan.
"Kami sudah siapkan fasilitas penampungan. Tapi masih ada yang membuang sampah di luar tempat yang tersedia," kata Wahid.
Selain berasal dari aktivitas pasar, penumpukan juga dipicu sampah rumah tangga yang masih dibuang ke area TPS oleh sebagian warga sekitar.
Di sisi lain, keterbatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti membuat pengangkutan harus dibagi ke berbagai wilayah di Kabupaten Bandung.
"Kami tidak bisa hanya fokus ke Baleendah karena wilayah lain juga membutuhkan layanan yang sama," ujarnya.
Meski demikian, DLH menegaskan solusi jangka panjang tidak cukup hanya dengan mengangkut sampah. Pemilahan sejak dari sumber menjadi kunci agar sampah organik dan anorganik bisa diolah tanpa seluruhnya bergantung ke Sarimukti.
