Harga BBM Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Ambles, Pertamax Turbo Tembus Rp20.750
Senin, 01 Juni 2026 09:06
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Kabar mengejutkan datang dari PT Pertamina (Persero). Mulai Senin, 1 Juni 2026, harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi resmi berubah. Di tengah tekanan ekonomi dan biaya hidup yang masih tinggi, pengguna kendaraan diesel mendapat angin segar setelah harga Dexlite dan Pertamina Dex turun drastis. Namun di saat yang sama, pemilik kendaraan yang mengandalkan Pertamax Turbo justru harus siap merogoh kantong lebih dalam.
Perubahan harga ini langsung menjadi perhatian publik karena selisih penurunannya tidak main-main. Bahkan, untuk beberapa produk solar nonsubsidi, pemangkasan harga mencapai lebih dari Rp3.000 per liter dibandingkan bulan sebelumnya.
Penyesuaian harga tersebut dilakukan Pertamina sebagai implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur formula perhitungan harga dasar dalam penetapan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar yang dipasarkan melalui SPBU.
Bagi pengguna kendaraan diesel di wilayah Jabodetabek, kabar ini bisa menjadi salah satu penurunan harga paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Dexlite (CN 51) yang pada Mei 2026 masih dijual Rp26.000 per liter kini turun menjadi Rp23.000 per liter. Artinya, terjadi penurunan sebesar Rp3.000 per liter.
Tak kalah mencolok, Pertamina Dex (CN 53) juga mengalami koreksi tajam. Dari sebelumnya Rp27.900 per liter, kini menjadi Rp24.800 per liter atau turun Rp3.100 per liter.
Penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa dinamika harga energi global masih sangat berpengaruh terhadap harga BBM dalam negeri. Meski demikian, bagi sektor logistik, transportasi, hingga pelaku usaha yang menggunakan kendaraan diesel, kebijakan ini berpotensi memberikan ruang penghematan yang cukup besar.
Namun, tidak semua konsumen mendapat kabar baik.
Di saat harga Dex Series turun, Pertamax Turbo justru mengalami kenaikan. BBM beroktan tinggi yang banyak digunakan kendaraan performa menengah hingga premium itu kini dibanderol Rp20.750 per liter.
Harga tersebut naik Rp850 per liter dibandingkan Mei 2026 yang masih berada di angka Rp19.900 per liter.
Kenaikan ini menjadi ironi tersendiri. Saat sebagian masyarakat menikmati harga BBM yang lebih murah, pengguna Pertamax Turbo justru harus menerima kenyataan biaya pengisian bahan bakar mereka bertambah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pergerakan harga BBM tidak selalu bergerak searah. Setiap produk memiliki formula perhitungan yang berbeda berdasarkan harga minyak dunia, kurs rupiah, serta biaya distribusi dan pengolahan.
Sementara itu, dua produk unggulan Pertamina lainnya tetap bertahan tanpa perubahan harga.
Pertamax (RON 92) masih dijual Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green (RON 95) tetap Rp12.900 per liter.
Stabilnya harga kedua produk tersebut menjadi perhatian tersendiri karena telah berlangsung sejak Maret 2026. Padahal dalam periode yang sama, dunia sempat diguncang ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Di tengah fluktuasi harga minyak dunia, keputusan mempertahankan harga Pertamax dan Pertamax Green dinilai menjadi upaya menjaga stabilitas pasar domestik sekaligus memberikan kepastian bagi konsumen.
Lalu bagaimana dengan BBM yang paling banyak digunakan masyarakat?
Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi dan BBM penugasan tidak mengalami perubahan sama sekali.
Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih bertahan di angka Rp6.800 per liter.
Kebijakan ini menjadi kabar penting bagi jutaan masyarakat yang masih bergantung pada BBM bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari. Pemerintah dan Pertamina memilih menjaga harga tetap stabil guna melindungi daya beli masyarakat yang masih menghadapi berbagai tekanan ekonomi.
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026 (Jabodetabek)
* Pertalite: Rp10.000 per liter
* Biosolar: Rp6.800 per liter
* Pertamax: Rp12.300 per liter
* Pertamax Green: Rp12.900 per liter
* Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
* Dexlite: Rp23.000 per liter
* Pertamina Dex: Rp24.800 per liter
Perubahan harga yang berlaku mulai hari ini memperlihatkan satu fakta menarik: ketika pengguna solar nonsubsidi menikmati penurunan harga hingga ribuan rupiah per liter, pengguna BBM performa tinggi justru menghadapi kenaikan biaya. Kondisi ini menjadi bukti bahwa dinamika pasar energi global masih menjadi faktor utama yang menentukan harga BBM di Indonesia. Bagi konsumen, setiap perubahan harga kini bukan sekadar angka di papan SPBU, melainkan langsung berpengaruh terhadap pengeluaran harian mereka.
