Hari-Hari Menegangkan Ibunda Thoudy Badai Menanti Putranya Pulang dari Turki

Jumat, 22 Mei 2026 16:53

Reporter : Koes

top-news

DigoID — Hani Hanifa Humanisa (56) akhirnya bisa sedikit bernapas lega setelah mendengar langsung suara putranya, Thoudy Badai, jurnalis Republika asal Cicalengka yang sempat ditahan aparat Israel dalam misi kemanusiaan menuju Palestina. Namun bagi seorang ibu, rasa tenang itu ternyata belum benar-benar utuh.

“Kalau ditanya tenang, mungkin baru sekitar 85 persen,” ujar Hani pelan, Jumat (22/5/2026).

Kalimat itu keluar setelah hari-hari panjang penuh kecemasan yang dilaluinya sejak kabar penahanan Thoudy mencuat ke publik. Selama empat hari terakhir, rumah keluarga di Cicalengka nyaris tidak pernah benar-benar tenang.

Telepon genggam terus menyala, televisi tak berhenti menayangkan perkembangan situasi, sementara keluarga hanya bisa berharap ada kabar baik datang dari ribuan kilometer jauhnya.

Harapan itu akhirnya muncul pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 WIB. Untuk pertama kalinya sejak penahanan terjadi, Hani bisa melihat langsung wajah putranya melalui video call dari Istanbul, Turki.

“Benar-benar tidak menyangka. Kita akhirnya yakin Thoudy selamat karena bisa langsung ngobrol, dengar suaranya, dan lihat wajahnya lewat video call,” katanya.

Video call itu dilakukan sesaat setelah Thoudy bersama sembilan WNI lainnya tiba di Istanbul usai dideportasi dari Israel. Mereka sebelumnya merupakan bagian dari rombongan Global Sumud Flotilla, misi kemanusiaan internasional menuju Palestina yang dicegat aparat Israel di tengah perjalanan.

Menurut Hani, percakapan malam itu berlangsung singkat. Thoudy menggunakan telepon milik staf KJRI karena perangkat tersebut dipakai bergantian oleh para relawan lain yang juga ingin menghubungi keluarga masing-masing.

“Dia bilang pakai HP staf KJRI. Jadi cuma say hello, nanya kabar, ketawa-ketawa sedikit. Tidak banyak bicara karena sedang antre juga,” ujarnya.

Meski singkat, percakapan itu mengubah suasana rumah yang sebelumnya dipenuhi kecemasan. Keluarga akhirnya tahu bahwa Thoudy masih hidup dan dalam keadaan sadar.

Namun ketenangan itu kembali terusik ketika keluarga melihat siaran langsung kedatangan para relawan di Bandara Istanbul. Ada hal kecil yang membuat hati Hani kembali diliputi rasa khawatir.

“Ada keluarga yang notice, ‘Itu kenapa ya jalannya seperti pincang?’ Saya sendiri tidak terlalu notice ke sana. Mudah-mudahan cuma kelihatannya saja,” katanya.

Ucapan itu membuat keluarga sadar bahwa kepulangan Thoudy ternyata belum sepenuhnya selesai. Meski sudah berhasil keluar dari penahanan, kondisi fisik para relawan masih menjadi perhatian serius.

Hani mengatakan awalnya para relawan dijadwalkan langsung pulang ke Indonesia pada Kamis. Namun rencana itu mendadak berubah setelah sejumlah peserta diketahui membutuhkan pemeriksaan kesehatan lanjutan di Turki.

“Sebenarnya rencana awalnya hari ini sudah pulang dari Turki. Dari pihak Sumud Flotilla juga sudah merencanakan begitu,” katanya.

Namun setelah para relawan tiba di Turki dan mulai saling bertukar cerita, muncul kekhawatiran terkait kondisi fisik mereka.

“Ternyata banyak kondisi fisik relawan yang memprihatinkan. Jadi mungkin ada pertimbangan pemeriksaan fisik atau hal-hal lain yang memang diperlukan,” ujarnya.

Hani mengaku belum mengetahui secara pasti kapan putranya akan diterbangkan ke Indonesia. Hingga kini, keluarga masih menunggu informasi lanjutan dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak penyelenggara misi kemanusiaan.

“Kalau ke Bandung belum tahu. Nanti kemungkinan dijemput di bandara di Jakarta kalau memang sudah ada kepastian,” katanya.

Di tengah penantian itu, Hani memilih tidak ingin memikirkan hal-hal lain selain kepulangan anaknya. Bahkan ketika ditanya soal kemungkinan Thoudy kembali mengikuti misi kemanusiaan ke wilayah konflik, ia mengaku belum sanggup membayangkannya.

“Untuk sekarang saja saya sudah stres dengan berita-berita seperti ini,” katanya sambil tertawa kecil menahan emosi.

“Saya ingin menikmati kepulangannya dulu,” lanjutnya.

Selama masa penahanan berlangsung, Hani mengaku terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari keluarga besar, rekan-rekan Thoudy, masyarakat, hingga media yang terus mengawal perkembangan kasus tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, yang disebut aktif memberikan informasi perkembangan proses pembebasan para WNI.

“Ada staf dari Kemenlu yang menghubungi saya dan menyampaikan respons positif. Saya sangat mengapresiasi upaya itu,” katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada manajemen Republika, relawan Global Sumud Flotilla, serta masyarakat luas yang terus mengirim doa selama proses penahanan berlangsung.

“Saya yakin ini salah satu jawaban dari doa-doa semua orang,” ujarnya.

Kini, setelah hari-hari penuh kecemasan itu mulai berlalu, keluarga di Cicalengka hanya menunggu satu momen yang benar-benar mereka nantikan: melihat Thoudy pulang dan berdiri langsung di depan pintu rumah.

Sebab bagi Hani, rasa tenang itu belum akan genap sebelum putranya benar-benar kembali ke pelukannya.

Redaktur : Admin
iklan

Berita Terkait


hari-hari-menegangkan-ibunda-thoudy-badai-menanti-putranya-pulang-dari-turki

Hari-Hari Menegangkan Ibunda Thoudy Badai Menanti Putranya Pulang dari Turki

Selama masa penahanan berlangsung, Hani mengaku terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai d...

daftar-41-sekolah-maung-jabar-dibuka-jalur-domisili-dihapus-hanya-siswa-berprestasi-yang-bisa-masuk

Daftar 41 Sekolah Maung Jabar Dibuka! Jalur Domisili Dihapus, Hanya Siswa Berprestasi yang Bisa Masuk

Pendaftaran Sekolah Maung dibuka pada 25–29 Mei 2026, lebih cepat dibanding sekolah reguler. Seleksi...

thoudy-badai-akhirnya-muncul-di-istanbul-usai-ditahan-israel-kesaksian-jurnalis-republika-ini-bikin-publik-merinding

Thoudy Badai Akhirnya Muncul di Istanbul Usai Ditahan Israel, Kesaksian Jurnalis Republika Ini Bikin Publik Merinding

Di balik kepulangannya, tersimpan cerita yang membuat publik geram. Konsul Jenderal RI di Istanbul,...

bupati-bandung-desak-pemerintah-pusat-bertindak-jurnalis-asal-cicalengka-ditahan-israel-saat-misi-kemanusiaan-gaza

Bupati Bandung Desak Pemerintah Pusat Bertindak, Jurnalis Asal Cicalengka Ditahan Israel Saat Misi Kemanusiaan Gaza

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengecam tindakan tentara Israel (IDF) yang mencegat kapal kemanusia...

dibongkar-tanpa-bentrok-pkl-cicadas-akhirnya-angkat-lapak-farhan-kalau-mau-menggusur-harus-ngobrol-dulu

Dibongkar Tanpa Bentrok! PKL Cicadas Akhirnya Angkat Lapak, Farhan: “Kalau Mau Menggusur, Harus Ngobrol Dulu”

Kunci keberhasilan penataan Cicadas bukan datang dari pendekatan keras, melainkan dari dialog panjan...

bupati-bandung-dadang-supriatna-bergerak-ke-jakarta-kabupaten-bandung-siapkan-langkah-cepat-hadapi-ancaman-kekeringan

Bupati Bandung Dadang Supriatna Bergerak ke Jakarta, Kabupaten Bandung Siapkan Langkah Cepat Hadapi Ancaman Kekeringan

Tantangan perubahan iklim harus direspons dengan langkah cepat agar produksi pangan tidak terganggu....

tak-banyak-yang-tahu-perjalanan-jumhur-hidayat-hingga-kini-jadi-menteri-ternyata-penuh-perjuangan

Tak Banyak yang Tahu, Perjalanan Jumhur Hidayat hingga Kini Jadi Menteri Ternyata Penuh Perjuangan

Lahir di Bandung pada 18 Februari 1968, Jumhur dikenal sebagai aktivis yang tumbuh dari jalan perjua...

igd-rsud-otista-soreang-penuh-saat-video-keluhan-pasien-viral-ini-penjelasan-dirut

IGD RSUD Otista Soreang Penuh Saat Video Keluhan Pasien Viral, Ini Penjelasan Dirut

Saat kejadian kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) memang sedang penuh akibat lonjakan pasien yang...

jurnalis-muda-asal-kabupaten-bandung-hilang-kontak-di-laut-gaza-video-sos-jadi-pesan-terakhir-thoudy-badai

Jurnalis Muda Asal Kabupaten Bandung Hilang Kontak di Laut Gaza, Video SOS Jadi Pesan Terakhir Thoudy Badai

Sebelum komunikasi benar-benar terputus, Thoudy masih sempat mengirim video SOS dari atas kapal.