Tak Banyak yang Tahu, Perjalanan Jumhur Hidayat hingga Kini Jadi Menteri Ternyata Penuh Perjuangan
Rabu, 20 Mei 2026 21:15
Reporter : Tim Digo.id
DigoID, - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup RI langsung menyita perhatian publik. Sosok yang selama ini dikenal vokal membela buruh dan rakyat kecil itu kini resmi masuk jajaran elite Kabinet Merah Putih.
Pelantikan Jumhur di Istana Negara, Senin (27/4/2026) lalu, bukan sekadar pergantian menteri biasa. Banyak pihak menilai, langkah Prabowo menghadirkan energi baru dengan memilih figur lapangan yang kenyang pengalaman menghadapi persoalan sosial dan ketenagakerjaan secara langsung.
Jumhur menggantikan Hanif Faisol yang dipercaya menempati posisi baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Lahir di Bandung pada 18 Februari 1968, Jumhur dikenal sebagai aktivis yang tumbuh dari jalan perjuangan. Semasa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), ia aktif dalam gerakan mahasiswa dan dikenal berani menyuarakan aspirasi masyarakat.
Namun perjalanan hidupnya tak berhenti di dunia aktivisme kampus. Dari seorang aktivis, Jumhur menjelma menjadi tokoh nasional yang memiliki pengaruh besar di kalangan pekerja dan serikat buruh Indonesia.
Namanya semakin dikenal saat dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin BNP2TKI pada 2007. Saat itu, Jumhur tampil sebagai salah satu figur yang vokal memperjuangkan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Tak hanya itu, ia juga mendirikan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) sebagai bentuk nyata komitmennya terhadap pemberdayaan buruh.
Bagi banyak pekerja, Jumhur bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi simbol perjuangan dan keberanian menyuarakan hak-hak rakyat kecil. Konsistensi itulah yang membuatnya terpilih sebagai Ketua Umum KSPSI periode 2022-2027.
Kini, di tangan Jumhur, publik menaruh harapan baru terhadap isu lingkungan hidup yang semakin kompleks. Dengan karakter tegas namun dekat dengan masyarakat, ia diyakini mampu menghadirkan kebijakan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada regulasi, tetapi juga menyentuh kehidupan rakyat secara nyata.
Masuknya Jumhur ke kabinet juga dianggap sebagai pesan kuat bahwa pemerintah ingin menghadirkan sosok pekerja lapangan ke pusat pengambilan keputusan nasional. Dari aktivis kampus, pemimpin buruh, hingga kini menjadi menteri, perjalanan Jumhur Hidayat menjadi cerita tentang konsistensi, keberanian, dan pengabdian panjang untuk masyarakat.
