Bupati Bandung Desak Pemerintah Pusat Bertindak, Jurnalis Asal Cicalengka Ditahan Israel Saat Misi Kemanusiaan Gaza
Kamis, 21 Mei 2026 12:59
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Hilangnya kontak Thoudy Badai, jurnalis asal Kabupaten Bandung yang ikut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, memicu reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengecam tindakan tentara Israel (IDF) yang mencegat kapal kemanusiaan dan menangkap Thoudy Badai saat menjalankan tugas jurnalistik di jalur laut menuju Gaza.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung sangat prihatin dan mengecam keras tindakan IDF atau Zionis Israel yang menangkap jurnalis asal Kabupaten Bandung yang sedang melaksanakan tugas peliputan kemanusiaan di jalur Gaza,” ujar Dadang Supriatna, Kamis (21/5/2026).
Thoudy Badai yang merupakan warga Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, diketahui ikut dalam pelayaran Global Sumud Flotilla bersama aktivis kemanusiaan internasional. Kapal tersebut membawa bantuan untuk warga Gaza melalui jalur laut.
Namun di tengah perjalanan, kapal dilaporkan dicegat tentara Israel di perairan internasional. Sebelum komunikasi terputus, Thoudy sempat mengirim video SOS dari atas kapal.
Peristiwa itu membuat keluarga di Cicalengka hingga kini dihantui kecemasan karena belum mendapat kepastian terkait kondisi dan keberadaan Thoudy.
Dadang mengatakan sejak kabar tersebut mencuat, Pemkab Bandung langsung melakukan koordinasi dan memantau perkembangan informasi.
“Dari kemarin kami sudah menerima berbagai konfirmasi dari media maupun pihak terkait. Saya juga langsung memerintahkan Kesbangpol Kabupaten Bandung untuk berkunjung ke rumah keluarga saudara Thoudy di Cicalengka,” katanya.
Menurut Dadang, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang tengah menghadapi situasi darurat di luar negeri.
Ia menegaskan, Thoudy berangkat bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan menjalankan tugas jurnalistik dan misi kemanusiaan yang seharusnya mendapat perlindungan hukum internasional.
“Beliau adalah warga asli Kabupaten Bandung yang sedang menjalankan profesinya sebagai jurnalis. Karena itu kami berharap ada perhatian serius terhadap keselamatan dan hak-haknya,” ujarnya.
Dadang juga mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk bersama-sama mendoakan keselamatan Thoudy agar segera kembali ke tanah air.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk ikut mendoakan semoga saudara kita Thoudy Badai diberikan keselamatan dan bisa segera kembali pulang ke Indonesia, khususnya ke Kabupaten Bandung,” katanya.
Selain itu, Dadang turut meminta pemerintah pusat turun tangan secara maksimal melalui jalur diplomasi internasional.
“Kami juga mengusulkan dan berharap pemerintah pusat, termasuk Bapak Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri, dapat membantu warga kami agar bisa segera dipulangkan dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala,” ungkapnya.
Kasus yang menimpa Thoudy Badai kini menjadi perhatian publik nasional. Selain karena statusnya sebagai jurnalis Indonesia, ia juga berada dalam kapal misi kemanusiaan sipil yang membawa bantuan untuk warga Gaza.
Banyak pihak menilai tindakan intersepsi terhadap kapal kemanusiaan yang membawa jurnalis merupakan persoalan serius yang harus mendapat perhatian internasional, terutama terkait perlindungan terhadap jurnalis di wilayah konflik.
Hingga saat ini, keluarga Thoudy di Cicalengka masih menunggu kepastian sambil terus berharap jurnalis muda asal Bandung itu dapat segera kembali dalam keadaan selamat.
