Dibongkar Tanpa Bentrok! PKL Cicadas Akhirnya Angkat Lapak, Farhan: “Kalau Mau Menggusur, Harus Ngobrol Dulu”
Kamis, 21 Mei 2026 10:30
Reporter : Tim Digo.id
DigoID, — Pemandangan yang selama bertahun-tahun bikin Jalan Ahmad Yani Cicadas semrawut akhirnya berubah drastis. Tanpa gas air mata, tanpa kericuhan, tanpa aksi saling dorong, lapak-lapak PKL di kawasan Cicadas justru dibongkar sendiri oleh para pedagang usai negosiasi panjang dengan Pemkot Bandung.
Langkah yang biasanya identik dengan konflik panas itu kali ini berjalan mengejutkan: sunyi, tertib, dan nyaris tanpa perlawanan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan penertiban PKL di ruas Jalan Ahmad Yani telah rampung pada Selasa, 19 Mei 2026 dini hari. Setelah itu, penataan bakal dilanjutkan ke kawasan Jalan Cipadung.
“Subuh tadi dipastikan selesai untuk ruas Jalan Ahmad Yani. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis 21 Mei 2026.
Farhan menegaskan, kunci keberhasilan penataan Cicadas bukan datang dari pendekatan keras, melainkan dari dialog panjang yang dilakukan langsung dengan para pedagang. Pemkot sengaja memilih jalur komunikasi agar penertiban tidak berubah menjadi drama penggusuran yang memicu konflik sosial.
“Kalau mau menggusur orang itu harus ngobrol dulu. Memang prosesnya lama, tapi hasilnya lebih baik,” ujarnya.
Pernyataan itu seolah menjadi tamparan halus bagi pola-pola penertiban lama yang kerap berakhir ricuh. Di Cicadas, pendekatan humanis justru membuat para PKL bersedia membongkar lapaknya sendiri setelah tercapai kesepakatan bersama.
Farhan bahkan turun langsung memantau proses penataan hampir setiap pekan. Hingga Selasa subuh, ia disebut masih berada di lapangan bersama gabungan OPD untuk memastikan proses berjalan tuntas.
Namun pembongkaran lapak ternyata baru awal. Setelah kawasan dibersihkan, Pemkot langsung bergerak membenahi “bom waktu” lain yang selama ini tersembunyi di bawah tumpukan bangunan liar: drainase yang mampet.
Selama bertahun-tahun, banyak kontrol bak saluran air tertutup lapak PKL sehingga aliran air terganggu dan memicu genangan di kawasan Cicadas. Kini, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung mulai membuka akses drainase agar aliran kembali normal.
“Drainase akan diperbaiki dulu karena banyak kontrol bak yang tertutup. Itu yang sekarang dibenahi,” jelas Farhan.
Menariknya, Pemkot Bandung tidak serta-merta “mengusir habis” para pedagang. Farhan memastikan PKL tetap akan diberi ruang usaha di kawasan tersebut, namun dengan pola penataan dan model bisnis baru agar lebih tertib, nyaman, dan tidak kembali memakan badan jalan.
Di balik suksesnya penataan Cicadas, Farhan juga mengakui adanya dorongan kuat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dukungan langsung dari Gubernur Jawa Barat disebut mempercepat proses yang selama ini berjalan alot dan penuh tantangan.
“Alhamdulillah dibantu oleh Pak Gubernur. Jadi ada dorongan tenaga yang sangat kuat dari Pak Gubernur,” tuturnya.
