Bupati Bandung Dadang Supriatna Bergerak ke Jakarta, Kabupaten Bandung Siapkan Langkah Cepat Hadapi Ancaman Kekeringan
Kamis, 21 Mei 2026 09:01
Reporter : Tim Digo.id
DigoID - Ancaman kekeringan mulai membayangi sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Bandung pun tak tinggal diam. Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung bergerak ke Jakarta untuk memperkuat langkah penyelamatan pengairan sawah demi menjaga produksi pangan tetap aman.
Didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Zeis Zultaqawa, Dadang Supriatna melakukan koordinasi bersama Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas langkah konkret menghadapi potensi kekeringan di sejumlah wilayah pertanian Kabupaten Bandung. Mulai dari optimalisasi sumber air, penguatan jaringan irigasi pertanian, hingga strategi menjaga pasokan air untuk lahan sawah masyarakat.
Dadang Supriatna menegaskan, tantangan perubahan iklim harus direspons dengan langkah cepat agar produksi pangan tidak terganggu. Ia menyebut penguatan infrastruktur pengairan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan pertanian.
“Sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus terus diperkuat agar ketahanan pangan tetap terjaga. Infrastruktur pengairan pertanian harus diperkuat supaya produksi pangan tetap optimal,” ujarnya.
Langkah jemput bola ke pemerintah pusat ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Bandung tidak ingin petani terdampak akibat krisis air saat musim kemarau tiba. Pemerintah daerah kini mendorong percepatan berbagai program mitigasi kekeringan agar aktivitas tanam petani tetap berjalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania mengatakan sektor pertanian membutuhkan dukungan pengairan yang memadai agar petani tetap bisa berproduksi secara maksimal.
“Melalui koordinasi ini, kami berharap program mitigasi kekeringan dan penguatan irigasi pertanian dapat segera direalisasikan demi mendukung pertanian Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS,” katanya.
