Tugu ITB Dicorat-coret Saat Konvoi Persib, Medsos Meledak: Rektor Minta Maaf ke Bobotoh Usai Komentar Rasis Bikin Bandung Memanas

Selasa, 26 Mei 2026 16:53

Reporter : Tim Digo.id

top-news

DigoID - Bandung kembali panas. Bukan karena rivalitas sepak bola di lapangan, melainkan perang komentar liar di media sosial yang nyaris menyeret dua simbol besar Kota Kembang: ITB dan Bobotoh Persib.

Keributan itu bermula dari unggahan akun ITBFess yang menyoroti aksi vandalisme di tugu masuk ITB saat iring-iringan konvoi Bobotoh beberapa waktu lalu. Bukannya mereda, unggahan tersebut justru memantik ledakan komentar provokatif, bernada merendahkan hingga berbau rasis terhadap Bobotoh.

Tak butuh waktu lama, amarah suporter Persib langsung membuncah.

Kolom komentar berubah jadi arena saling serang. Banyak Bobotoh menganggap akun ITBFess merepresentasikan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Situasi makin liar ketika potongan-potongan komentar bernada menghina menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Bandung yang selama ini dikenal sebagai kota kreatif dan penuh toleransi mendadak seperti terbelah hanya gara-gara perang digital.

Melihat kegaduhan yang makin membesar, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara akhirnya turun tangan. Setelah bertemu dengan sejumlah perwakilan Bobotoh, Tatacipta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas situasi yang memanas.

“Yang pertama kali ingin saya sampaikan, saya mohon maaf sekali bahwa telah terjadi kegaduhan di media sosial,” ujar Tatacipta dalam video yang diunggah akun Instagram ditmawa.itb, Selasa (26/5/2026).

Pernyataan itu sontak menjadi sorotan. Sebab, jarang seorang rektor turun langsung meredam konflik yang dipicu perang komentar di media sosial.

Tatacipta menegaskan ITB tidak membenarkan komentar bernada provokatif, menghasut, apalagi memecah belah masyarakat. Ia bahkan menyebut pernyataan-pernyataan seperti itu bukan bagian dari budaya akademik yang beradab.

“Kami menyesalkan bahkan mengutuk pernyataan-pernyataan yang sifatnya provokatif, menghasut, memecah belah. Itu bukan ciri budaya akademik yang beradab,” tegasnya.

Situasi ini memperlihatkan betapa cepatnya media sosial mengubah persoalan kecil menjadi konflik besar. Coretan di tugu kampus berubah menjadi perang identitas. Persib, Bobotoh, hingga nama besar ITB ikut terseret dalam pusaran emosi publik.

Di tengah tensi yang memuncak, Tatacipta mencoba menarik rem darurat. Ia menekankan bahwa ITB dan Persib sejatinya memiliki hubungan emosional yang kuat karena sama-sama menjadi bagian dari Bandung.

“Kita ini satu keluarga besar. Mari sama-sama menjaga Kota Bandung tetap aman dan kondusif,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar keributan dunia maya tidak berubah menjadi konflik nyata di jalanan. Sebab, menurutnya, warga Bandung pada dasarnya adalah saudara yang harus menjaga kota bersama-sama.

“Bahwa kita ini sebetulnya bersaudara, bersahabat. Kita sama-sama warga Bandung yang ingin kota ini tetap kondusif,” lanjutnya.

Meski permintaan maaf sudah disampaikan, perdebatan di media sosial belum benar-benar padam. Sebagian netizen menilai vandalisme tetap harus dikritik tanpa membawa sentimen rasis. Namun di sisi lain, banyak Bobotoh merasa disudutkan secara berlebihan hanya karena ulah segelintir oknum.

Kini, publik menunggu apakah polemik ini akan benar-benar mereda atau justru menjadi bara baru di tengah euforia Persib dan fanatisme suporter yang sedang memuncak.

Redaktur : Admin
iklan

Berita Terkait


tugu-itb-dicorat-coret-saat-konvoi-persib-medsos-meledak-rektor-minta-maaf-ke-bobotoh-usai-komentar-rasis-bikin-bandung-memanas

Tugu ITB Dicorat-coret Saat Konvoi Persib, Medsos Meledak: Rektor Minta Maaf ke Bobotoh Usai Komentar Rasis Bikin Bandung Memanas

Keributan itu bermula dari unggahan akun ITBFess yang menyoroti aksi vandalisme di tugu masuk ITB sa...

bocah-bocah-dayeuhkolot-ubah-banjir-jadi-waterpark-dorong-motor-mogok-demi-recehan-di-tengah-lumpur-citarum

Bocah-bocah Dayeuhkolot Ubah Banjir Jadi “Waterpark”: Dorong Motor Mogok demi Recehan di Tengah Lumpur Citarum

Di banyak kota, anak usia sembilan tahun mungkin sedang duduk di kelas, menghafal perkalian atau sib...

dayeuhkolot-lumpuh-lagi-ribuan-warga-terkepung-banjir-jalan-utama-tenggelam-hingga-pengungsi-mulai-sakit

Dayeuhkolot Lumpuh Lagi! Ribuan Warga Terkepung Banjir, Jalan Utama Tenggelam hingga Pengungsi Mulai Sakit

Titik banjir paling parah terjadi di Kampung Cibedug Hilir RW 01, Desa Cangkuang Wetan. Di kawasan i...

cimanggu-bangkit-pemandian-legendaris-ciwidey-disulap-jadi-wisata-estetik-24-jam-ada-gua-instagramable-dan-onsen-privat

Cimanggu Bangkit! Pemandian Legendaris Ciwidey Disulap Jadi Wisata Estetik 24 Jam, Ada Gua Instagramable dan Onsen Privat

Kawasan wisata yang pernah berjaya itu resmi hadir dengan nama baru, Jiwanta Heritage Hot Spring. Ta...

jutaan-langkah-menuju-arafah-dimulai-jamaah-haji-indonesia-masuki-fase-paling-menegangkan-di-tengah-cuaca-ekstrem

Jutaan Langkah Menuju Arafah Dimulai, Jamaah Haji Indonesia Masuki Fase Paling Menegangkan di Tengah Cuaca Ekstrem

Di tengah suhu panas yang menyengat dan kepadatan jutaan manusia dari seluruh dunia, pemerintah meng...

kds-tinjau-sungai-cikeruh-pemkab-bandung-dorong-penanganan-serius-sedimentasi-sungai-citarum

KDS Tinjau Sungai Cikeruh, Pemkab Bandung Dorong Penanganan Serius Sedimentasi Sungai Citarum

Penanganan sedimentasi menjadi langkah penting dalam mendukung efektivitas berbagai program pengenda...

hari-hari-menegangkan-ibunda-thoudy-badai-menanti-putranya-pulang-dari-turki

Hari-Hari Menegangkan Ibunda Thoudy Badai Menanti Putranya Pulang dari Turki

Selama masa penahanan berlangsung, Hani mengaku terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai d...

daftar-41-sekolah-maung-jabar-dibuka-jalur-domisili-dihapus-hanya-siswa-berprestasi-yang-bisa-masuk

Daftar 41 Sekolah Maung Jabar Dibuka! Jalur Domisili Dihapus, Hanya Siswa Berprestasi yang Bisa Masuk

Pendaftaran Sekolah Maung dibuka pada 25–29 Mei 2026, lebih cepat dibanding sekolah reguler. Seleksi...

thoudy-badai-akhirnya-muncul-di-istanbul-usai-ditahan-israel-kesaksian-jurnalis-republika-ini-bikin-publik-merinding

Thoudy Badai Akhirnya Muncul di Istanbul Usai Ditahan Israel, Kesaksian Jurnalis Republika Ini Bikin Publik Merinding

Di balik kepulangannya, tersimpan cerita yang membuat publik geram. Konsul Jenderal RI di Istanbul,...