Cimanggu Bangkit! Pemandian Legendaris Ciwidey Disulap Jadi Wisata Estetik 24 Jam, Ada Gua Instagramable dan Onsen Privat
Senin, 25 Mei 2026 18:13
Reporter : Tim Digo.id
DigoID — Lama tenggelam dalam kesan kumuh dan fasilitas yang dianggap tak lagi layak, pemandian air panas legendaris Cimanggu di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, akhirnya bangkit dengan wajah baru yang mengejutkan.
Kini, kawasan wisata yang pernah berjaya itu resmi hadir dengan nama baru, Jiwanta Heritage Hot Spring. Tak sekadar ganti nama, pengelola anyar melakukan restorasi besar-besaran demi mengembalikan pamor Cimanggu sebagai destinasi favorit wisatawan Bandung dan luar kota.
Perubahan paling mencolok terlihat dari desain kawasan yang kini lebih modern, estetik, dan ramah wisatawan. Mulai dari kolam rendam, area restoran, kamar bilas, parkiran hingga spot foto, semuanya disulap total mengikuti tren wisata masa kini.
“Dulu banyak yang datang ke Cimanggu karena nostalgia. Tapi sekarang kami ingin orang datang karena pengalaman wisatanya memang nyaman dan berkesan,” ujar Pengelola Jiwanta Hot Spring, Ashram Shahrivar, saat ditemui di lokasi, Senin (25/5/2026).
Menurut Ashram, restorasi ini berangkat dari rasa prihatin melihat kondisi eks Cimanggu yang perlahan kehilangan daya tarik akibat fasilitas yang terus menurun.
Padahal, kawasan Ciwidey sendiri merupakan salah satu magnet wisata terbesar di Kabupaten Bandung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan panjang.
“Kami memberikan wajah baru dari segi kolam renang, fasilitas, restoran, makanan, area parkir hingga kamar bilas. Semua kami desain sesuai harapan pengunjung saat ini,” katanya.
Salah satu magnet utama di Jiwanta Heritage Hot Spring adalah hadirnya bangunan unik bernama The Cave, sebuah gua buatan dengan konsep modern yang langsung mencuri perhatian pengunjung.
Bangunan itu dirancang menyerupai lorong gua estetik lengkap dengan air terjun buatan, permainan cahaya lampu, dan musik yang membuat suasana terasa dramatis sekaligus menenangkan.
Konsep tersebut, kata Ashram, terinspirasi dari filosofi nama “Jiwanta” yang berarti jiwa yang tenang.
“Orang sekarang datang ke tempat wisata bukan hanya untuk berendam. Mereka juga mencari suasana, pengalaman, dan tempat yang bisa dinikmati bersama keluarga ataupun untuk konten media sosial,” ujarnya.
Pada malam hari, area The Cave berubah semakin hidup. Pantulan cahaya lampu berwarna-warni di antara uap air panas menciptakan suasana yang disebut pengelola sebagai perpaduan relaksasi dan hiburan.
Tak heran, banyak pengunjung mulai menjadikan area tersebut sebagai spot favorit untuk berfoto.
Selain mengandalkan tampilan baru, Jiwanta juga menjual kekuatan utama yang sejak lama dimiliki Cimanggu: sumber air panas alami belerang.
Namun berbeda dengan beberapa pemandian air panas lain di Jawa Barat yang aroma sulfurnya sangat menyengat, air panas di kawasan Ciwidey ini diklaim memiliki karakteristik lebih nyaman.
Ashram menjelaskan, kandungan belerang dan tingkat keasaman atau pH air di Jiwanta dinilai sangat baik untuk kesehatan kulit.
“Kalau di tempat lain mungkin lebih dominan untuk terapi otot atau tulang. Di sini karakter airnya lebih cocok untuk kulit. Bau belerangnya juga tidak terlalu tajam,” jelasnya.
Pengelola pun mengaku menerapkan pengelolaan air yang lebih ketat untuk menjaga kualitas alami sumber panas bumi tersebut.
Sebab, karakter air panas alami bisa berubah tergantung cuaca, paparan sinar matahari, hingga kondisi angin.
Melihat tingginya animo wisatawan dari Bandung Raya hingga Jakarta, pihak pengelola menerapkan jam operasional yang fleksibel.
Pada hari biasa, Jiwanta Heritage Hot Spring buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB. Namun khusus akhir pekan, Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur nasional, kawasan wisata ini beroperasi penuh selama 24 jam.
Skema tersebut diterapkan untuk mengakomodasi wisatawan yang kerap datang malam hari demi menikmati suasana dingin khas Ciwidey sambil berendam air panas.
Tak berhenti di situ, pengelola juga telah menyiapkan pengembangan lanjutan berupa fasilitas glamping, camping ground hingga camper van.
Seluruh konsep tersebut nantinya akan diintegrasikan langsung dengan area kolam air panas untuk menyasar pasar keluarga dan kegiatan korporasi.
“Kami juga sedang menyiapkan private pool yang terhubung langsung dengan kamar. Jadi wisatawan bisa menikmati kolam privat dengan suasana lebih eksklusif,” tambah Ashram.
Untuk harga tiket masuk, pengelola menerapkan tarif berbeda tergantung kategori usia dan waktu kunjungan.
Area kolam klasik dibanderol mulai Rp30 ribu hingga Rp60 ribu. Sedangkan area Premier Private Pool memiliki tarif Rp40 ribu sampai Rp80 ribu, tergantung jenis fasilitas yang dipilih, mulai dari private pool, onsen kayu hingga onsen keramik.
Pengelola memastikan seluruh pembayaran kini dibuat lebih transparan dan tersentralisasi guna menghindari praktik pungutan liar.
“Pembayaran tiket masuk dan kendaraan sekarang sudah dijadikan satu di loket depan. Jadi di dalam area tidak ada lagi pungutan parkir tambahan ataupun biaya lainnya,” pungkasnya.
