Golkar Kabupaten Bandung Masih Digdaya, Tapi Perebutan Pengaruh Internal Mulai Terasa
Jumat, 29 Mei 2026 16:05
Reporter : Tim Digo.id
DigoID — Partai Golkar masih menunjukkan tajinya di Kabupaten Bandung. Setelah puluhan tahun menjadi kekuatan politik dominan, partai berlambang pohon beringin itu kini mulai memanaskan mesin politik menuju 2029.
Namun di balik citra solid, dinamika perebutan pengaruh antarfigur di internal partai perlahan mulai mencuat ke permukaan.
Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa Bagian Barat DPP Golkar, MQ Iswara, menyebut Kabupaten Bandung hingga kini tetap menjadi salah satu basis terkuat Golkar di Jawa Barat.
Menurutnya, kekuatan Golkar di Kabupaten Bandung bukan dibangun dalam waktu singkat. Dominasi itu lahir dari sejarah panjang kepemimpinan kader Golkar di daerah tersebut.
“Kabupaten Bandung ini lama dipimpin kader Golkar. Dari era Obar Sobarna sampai Dadang M Naser, Golkar tetap eksis dan memimpin,” ujar Iswara, Jumat (29/5/2026).
Ia mengatakan, kondisi Golkar Kabupaten Bandung saat ini relatif tetap solid. Struktur partai masih berjalan dan pengaruh politik di legislatif dinilai belum tergoyahkan.
Namun, banyaknya tokoh potensial di internal partai juga mulai memunculkan dinamika baru.
Beberapa nama kader disebut mulai diperbincangkan dalam percaturan politik internal Golkar Kabupaten Bandung.
Mulai dari Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung Sugianto hingga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Firman B. Sumantri.
“Figur di Kabupaten Bandung ini banyak sekali. Itu kekuatan, tapi kalau tidak dijaga juga bisa menjadi gesekan,” katanya.
Karena itu, Iswara meminta seluruh kader menahan ego politik masing-masing dan tidak menjadikan persaingan internal sebagai ajang saling menjatuhkan.
“Silakan bersaing, tapi adu prestasi, adu gagasan. Jangan saling menjelekkan. Golkar itu besar karena soliditas,” tegasnya.
Ia mengingatkan, tantangan politik ke depan tidak akan mudah. Apalagi peta politik menjelang 2029 diprediksi jauh lebih keras dibanding pemilu sebelumnya.
Menurut Iswara, DPP Golkar saat ini tengah fokus melakukan konsolidasi menyeluruh dari pusat hingga daerah untuk menjaga kekuatan partai tetap utuh.
“Tahun ini fokus konsolidasi. Setelah itu pemantapan, lalu masuk tahun pemenangan,” ujarnya.
Meski ada arahan dari pusat, Iswara menegaskan setiap daerah tetap memiliki kebebasan menyusun strategi politik sesuai kondisi wilayah masing-masing.
“Karakter Kabupaten Bandung beda dengan kota-kota lain. Maka pendekatannya juga tidak bisa disamakan,” katanya.
Di tengah munculnya dinamika internal dan mulai bergeraknya para figur politik Golkar, satu target besar disebut tetap menjadi prioritas partai: mempertahankan dominasi politik di Kabupaten Bandung.
“Target kami jelas, Golkar harus tetap menang di Kabupaten Bandung dan kepala daerah kembali dari Golkar,” tandasnya.
