Viral Isu TNI dan Kejagung Datangi Polda Metro Jaya, Dua Lembaga Kompak Bantah: Jangan Terprovokasi

Bagikan artikel:
DigoID, - Isu yang ramai beredar di media sosial soal anggota TNI bersenjata lengkap dan personel Kejaksaan Agung mendatangi Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) dini hari dipastikan tidak benar. TNI dan Kejaksaan Agung sama-sama membantah kabar tersebut serta meminta masyarakat tidak mudah percaya pada narasi yang belum terverifikasi.
Bantahan pertama disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas. Ia menegaskan tidak ada personel TNI yang datang ke Polda Metro Jaya seperti yang ramai disebut dalam berbagai unggahan media sosial.
"Tidak benar berita yang menyebutkan TNI mendatangi Polda Metro Jaya," kata Nas kepada wartawan.
Nas juga membantah foto dan video yang beredar luas di internet. Menurutnya, narasi yang menyertai unggahan tersebut tidak sesuai fakta dan berpotensi memancing keresahan publik.
"Tolong narasinya jangan hiperbola, waspadai provokasi," tegasnya.
Bantahan serupa datang dari Kejaksaan Agung. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna memastikan tidak ada personel dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) maupun Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang mendatangi Polda Metro Jaya.
"Enggak ada. Cek dulu apakah benar," ujar Anang.
Meski membantah isu tersebut, Anang menegaskan Kejaksaan Agung menghormati langkah penyidikan yang sedang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Polda Metro Jaya terkait dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), suap perkara batu bara, hingga kasus Asabri.
Menurutnya, seluruh proses hukum yang sedang berjalan merupakan kewenangan penyidik kepolisian dan harus dihormati.
"Kejaksaan Agung menunggu hasil penyidikan yang sedang dilakukan oleh penyidik kepolisian, termasuk mengenai objek penggeledahan, barang bukti, maupun pihak-pihak yang dikaitkan dalam proses tersebut," kata Anang dalam keterangan video yang dibagikan kepada media.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan atau menghubungkan proses hukum yang berlangsung dengan tokoh atau institusi tertentu tanpa dasar yang jelas.
Munculnya kabar tersebut sebelumnya memicu spekulasi di media sosial setelah beredar foto dan video yang diklaim memperlihatkan aparat bersenjata berada di sekitar Polda Metro Jaya. Namun hingga kini, baik TNI maupun Kejaksaan Agung menegaskan narasi yang beredar tidak sesuai fakta dan meminta publik lebih kritis dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






