Jumling di Soreang, KDS Respons Langsung Aspirasi Warga soal Air Bersih Jelang Kemarau

Bagikan artikel:
DigoID, – Agenda Jumat Keliling (Jumling) yang rutin digelar Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) kembali menjadi ruang bagi warga menyampaikan persoalan di lingkungannya. Dalam Jumling ke-165 di Masjid Jami Syamsuddhuha, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Jumat (10/7/2026), aspirasi yang paling banyak disampaikan adalah kebutuhan air bersih menjelang musim kemarau.
Ketua RW 09 Desa Pamekaran, Ryan Ferdiansyah, mengatakan warga berharap pemerintah segera membantu penyediaan sumber air bersih. Menurutnya, saat musim kemarau kebutuhan air selalu menjadi persoalan, sementara tidak semua warga mampu memasang sambungan PDAM.
"Yang paling dibutuhkan sekarang adalah air bersih. Mudah-mudahan bantuan sumber air bersih dari Pak Bupati bisa segera dimanfaatkan warga," ujar Ryan.
Ia menjelaskan lokasi untuk pembangunan fasilitas air bersih sudah tersedia. Selanjutnya, kebutuhan teknis akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.
Menanggapi aspirasi tersebut, KDS memastikan Pemkab Bandung akan segera membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui pengeboran sumur di wilayah yang membutuhkan agar distribusi air bersih bisa menjangkau permukiman warga.
"Masyarakat membutuhkan air. Dalam waktu dekat akan kami pasang SPAM dan dilakukan pengeboran agar air bersih bisa mengalir ke permukiman warga," kata KDS.
Menurutnya, pengelolaan fasilitas nantinya akan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) agar operasional dan pemeliharaan dapat berjalan secara berkelanjutan melalui kesepakatan warga.
Selain menyerap aspirasi, KDS memanfaatkan Jumling untuk mengingatkan seluruh perangkat daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Ia mengaku telah menginstruksikan Perumda Air Minum Tirta Raharja menyiapkan tangki dan toren di wilayah yang dipetakan rawan kekeringan.
KDS juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Ia mengimbau warga tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi pemicu kebakaran, sementara BPBD diminta memperkuat pemantauan di kawasan yang dinilai rawan.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






