BGN Berganti Nahkoda, Bagaimana Nasib MBG yang Sempat Dihantam Berbagai Polemik?
Selasa, 02 Juni 2026 22:32
Reporter : Tim Digo.id
DigoID - Pencopotan Dadan Hindayana beserta dua wakilnya dari jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu langkah paling mengejutkan dalam perjalanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun di tengah gejolak tersebut, Istana memastikan satu hal, program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu tidak akan berhenti.
Sebaliknya, perombakan besar-besaran di tubuh BGN disebut sebagai upaya menyelamatkan sekaligus mempercepat pelaksanaan MBG yang selama beberapa bulan terakhir diterpa berbagai persoalan serius.
Presiden Prabowo resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Nanik akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pergantian tersebut bukan sekadar rotasi jabatan. Di balik keputusan itu tersimpan pesan tegas dari Istana bahwa program yang menyedot anggaran negara dalam jumlah besar tidak boleh terganggu oleh persoalan tata kelola.
Sejumlah kasus yang mencuat selama kepemimpinan Dadan menjadi sorotan tajam. Mulai dari rentetan kasus keracunan makanan yang menimpa pelajar penerima MBG di sejumlah daerah hingga isu dugaan praktik jual-beli titik dapur MBG yang sempat mengundang kontroversi.
Masalah-masalah itu dinilai menjadi alarm serius bagi pemerintah. Apalagi MBG merupakan program prioritas nasional yang menjadi salah satu janji utama Presiden Prabowo kepada masyarakat.
Karena itu, alih-alih menghentikan program, pemerintah memilih melakukan "sapu bersih" di level pimpinan untuk memperbaiki sistem dari dalam.
Istana menegaskan MBG akan tetap berjalan di seluruh daerah yang telah menjadi lokasi pelaksanaan program. Bahkan, kepemimpinan baru diminta melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan distribusi makanan berlangsung aman, tepat sasaran, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Langkah ini sekaligus menjadi ujian pertama bagi Nanik S. Deyang dan timnya. Mereka tidak hanya dituntut menjaga keberlanjutan program, tetapi juga memulihkan kepercayaan publik yang sempat terguncang akibat berbagai polemik.
Kini, setelah Dadan Hindayana dan dua wakilnya resmi tersingkir dari pucuk pimpinan BGN, perhatian publik beralih pada satu pertanyaan besar: mampukah tim baru membersihkan persoalan lama dan membawa Program Makan Bergizi Gratis menjadi lebih efektif, atau justru menghadapi badai yang sama dalam skala lebih besar?
Yang jelas, bagi Presiden Prabowo, program MBG terlalu besar untuk gagal. Dan pergantian pimpinan BGN menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah keras ketika program strategis nasional dinilai keluar dari relnya.
