Dari Ilmuwan Kelas Dunia hingga Dicopot Prabowo, Ini Rekam Jejak Dadan Hindayana yang Kini Jadi Sorotan
Selasa, 02 Juni 2026 21:47
Reporter : Tim Digo.id
DigoID - Nama Dadan Hindayana mendadak menjadi pusat perhatian nasional setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mencopotnya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Selasa (2/6/2026). Di balik keputusan yang mengejutkan itu, tersimpan perjalanan panjang seorang akademisi yang pernah dianggap sebagai figur paling tepat untuk memimpin Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program strategis pemerintah.
Pencopotan Dadan bukan hanya soal pergantian jabatan. Peristiwa ini sekaligus mengakhiri perjalanan seorang ilmuwan yang beralih dari dunia kampus ke panggung birokrasi nasional dengan membawa harapan besar untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Lulusan Terbaik IPB yang Meniti Karier dari Laboratorium
Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi dengan rekam jejak pendidikan yang kuat. Ia merupakan lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), pada 1990.
Sejak muda, Dadan dikenal memiliki ketertarikan besar pada bidang entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga. Ketekunannya mengantarkan dirinya meraih kesempatan melanjutkan studi ke Jerman, salah satu negara dengan tradisi riset pertanian dan biologi yang kuat.
Di Negeri Panzer, ia menyelesaikan pendidikan Magister (S2) pada 1997 dan meraih gelar Doktor (S3) bidang Entomologi Terapan pada 2000 dari universitas di Bonn dan Hannover.
Pendidikan internasional tersebut menjadi modal penting yang membentuk reputasinya sebagai ilmuwan di bidang proteksi tanaman dan pengendalian hama.
Mengabdi Puluhan Tahun sebagai Dosen dan Peneliti
Sepulang dari Jerman, Dadan mengabdikan sebagian besar kariernya di Institut Pertanian Bogor. Sejak 1992, ia tercatat sebagai dosen tetap pada Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB.
Selama bertahun-tahun, ia aktif dalam penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, hingga pembinaan mahasiswa. Di lingkungan akademik, namanya dikenal sebagai salah satu pakar entomologi yang produktif dan berpengaruh.
Kariernya tidak hanya berkutat di ruang kuliah dan laboratorium. Dadan juga dipercaya memegang sejumlah posisi strategis dalam dunia pendidikan tinggi.
Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau, Halmahera Barat, Maluku Utara, periode 2014–2022.
Di lembaga tersebut, ia berupaya mendorong pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya di wilayah Indonesia timur.
Dipilih Memimpin Badan Gizi Nasional
Titik balik terbesar dalam karier Dadan terjadi pada 19 Agustus 2024. Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.
Penunjukan Dadan saat itu dinilai cukup mengejutkan. Ia bukan berasal dari kalangan politik maupun birokrat karier, melainkan akademisi murni yang lebih dikenal melalui dunia riset.
Namun latar belakang keilmuannya dianggap relevan dengan misi pemerintah dalam membangun generasi sehat dan menekan persoalan gizi di Indonesia.
Sebagai Kepala BGN, Dadan menjadi figur utama yang bertanggung jawab merancang, mengawasi, dan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau jutaan pelajar serta kelompok rentan di berbagai daerah.
Program tersebut menjadi salah satu proyek paling ambisius pemerintah karena melibatkan anggaran besar, rantai distribusi yang kompleks, serta pengawasan kualitas pangan yang ketat.
Dari Simbol Harapan Menjadi Sorotan
Selama menjabat, Dadan menjadi wajah yang paling sering dikaitkan dengan keberhasilan maupun kritik terhadap pelaksanaan Program MBG.
Ketika program berjalan dan menjangkau berbagai daerah, namanya mendapat apresiasi. Namun ketika muncul berbagai keluhan terkait kualitas makanan, tata kelola, hingga pelaksanaan standar operasional di lapangan, sorotan juga mengarah kepadanya.
Setelah hampir satu setengah tahun menjalankan tugas, Presiden Prabowo Subianto akhirnya memutuskan melakukan pergantian pimpinan BGN.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap kinerja lembaga tersebut.
Meski demikian, rekam jejak Dadan sebagai akademisi tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Dari seorang mahasiswa berprestasi di IPB, ilmuwan yang menempuh pendidikan doktoral di Jerman, dosen dan peneliti selama puluhan tahun, hingga dipercaya memimpin lembaga strategis negara, perjalanan Dadan Hindayana mencerminkan transformasi seorang akademisi yang berhasil menembus lingkar pengambilan kebijakan nasional.
Kini, setelah tidak lagi memimpin Badan Gizi Nasional, nama Dadan Hindayana tetap akan dikenang sebagai sosok yang berada di garis depan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis pada fase awal pembentukannya. Sebuah perjalanan panjang yang berawal dari laboratorium penelitian serangga dan berakhir di panggung besar kebijakan publik Indonesia.
