Bukan Cuma Dadan, Dua Wakil Kepala BGN Ikut Tergusur dari Jabatannya
Selasa, 02 Juni 2026 22:16
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah besar di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Tak hanya memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, Prabowo juga mengganti dua Wakil Kepala BGN, yakni Letjen (Purn.) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn.) Sony Sonjaya.
Pergantian tiga pucuk pimpinan sekaligus ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah melakukan pembenahan serius terhadap lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026). Bersamaan dengan itu, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Meski disampaikan dalam suasana yang tetap menghargai kontribusi para pejabat sebelumnya, keputusan ini lahir dari proses evaluasi yang tidak singkat. Selama kurang lebih satu setengah tahun, Presiden disebut terus memantau perkembangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
“Selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi banyak catatan-catatan yang kemudian menjadi bahan pertimbangan bapak presiden untuk melakukan pergantian ini. Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki,” kata Prasetyo.
Evaluasi tersebut menghasilkan sejumlah temuan yang dinilai perlu mendapat perhatian. Mulai dari kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga konsistensi dalam menjaga kualitas makanan yang menjadi bagian utama program MBG.
Temuan-temuan itu kemudian menjadi dasar bagi Presiden untuk melakukan penyegaran di jajaran pimpinan BGN. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat tersebut berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Di satu sisi, Dadan Hindayana bersama jajaran sebelumnya dinilai telah berperan membangun fondasi awal BGN sejak lembaga itu dibentuk. Namun di sisi lain, besarnya cakupan Program Makan Bergizi Gratis menuntut peningkatan kualitas tata kelola dan pengawasan agar pelaksanaannya semakin efektif.
Karena itu, pergantian pimpinan tidak semata dipandang sebagai pergantian personel, melainkan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan mempercepat perbaikan di sektor yang menjadi perhatian langsung Presiden.
Kini, tantangan berada di tangan Nanik S. Deyang dan jajaran baru BGN. Mereka dituntut menjawab berbagai catatan evaluasi yang muncul sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih baik, lebih tertib, dan mampu memenuhi ekspektasi masyarakat.
Perombakan ini juga memberi gambaran tentang arah kebijakan Presiden Prabowo dalam mengawal program prioritas nasional. Evaluasi tetap dilakukan secara berkala, dan hasilnya akan menjadi dasar untuk memastikan setiap program strategis berjalan sesuai target, kualitas, dan manfaat yang dijanjikan kepada publik.
