Warga Gerebek Gudang Miras di Solokanjeruk

Bagikan artikel:
DigoID, – Sejumlah warga menggerebek sebuah tempat yang diduga menjadi gudang penjualan minuman keras (miras) di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jumat (9/10/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga terhadap pengusaha yang dinilai mengabaikan teguran dan penolakan masyarakat terkait peredaran miras serta obat keras terbatas.
Kapolsek Solokanjeruk IPTU Fathan Malisi mengatakan, aksi warga merupakan akumulasi kekecewaan yang sebelumnya telah disampaikan melalui teguran dan surat pernyataan sikap.
“Ini merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat yang telah disampaikan melalui teguran dan surat pernyataan sikap. Namun, tidak diindahkan oleh pemilik warung atau pengusaha tersebut,” kata Fathan.
Dalam aksi itu, warga menyampaikan protes melalui orasi dan tulisan penolakan. Sejumlah botol miras yang ditemukan di lokasi juga dikeluarkan dan dipecahkan warga sebagai bentuk kekecewaan.
Meski sempat diwarnai tindakan tersebut, Fathan memastikan situasi di lokasi tetap kondusif dan terkendali. Petugas kepolisian bersama perwakilan masyarakat juga memeriksa bagian dalam tempat tersebut untuk memastikan kondisi dan keberadaan barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penjualan.
Menurut Fathan, petugas masih menemukan beberapa botol miras dan obat keras terbatas di dalam lokasi. Namun, pengusaha yang bersangkutan tidak berada di tempat saat pemeriksaan dilakukan.
“Untuk orangnya tidak ada. Sementara kita akan lakukan upaya pemanggilan,” ujarnya.
Fathan menambahkan, pihak keluarga pengusaha tersebut telah menyatakan kesediaannya untuk memenuhi panggilan kepolisian guna menyelesaikan persoalan yang terjadi.
Ia menjelaskan, Polsek Solokanjeruk bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) selama ini rutin melakukan razia terhadap peredaran miras dan penjualan obat keras terbatas. Namun, aktivitas yang masih dikeluhkan warga membuat penolakan terhadap peredaran barang tersebut terus berlanjut.
“Pihak Polsek dan Forkopimcam setiap hari melakukan razia, baik terkait minuman keras maupun penjualan obat keras terbatas. Masyarakat kecewa karena pengusaha ini tidak mengindahkan upaya yang sudah dilakukan,” kata Fathan.
Hingga Jumat, situasi di lokasi dilaporkan kembali kondusif. Kepolisian selanjutnya akan memanggil pengusaha yang bersangkutan untuk dimintai keterangan terkait persoalan tersebut.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






