digoNEWS

Berawal dari Pesan di Medsos, Wabup Bandung Gercep Bantu Irsyad

Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 16.02 WIB
31 views
Berawal dari Pesan di Medsos, Wabup Bandung Gercep Bantu Irsyad

Bagikan artikel:

DigoID, – Pesan langsung (DM) di media sosial membuat penantian panjang keluarga Irsyad, 8 tahun, warga Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, berujung pada bantuan nyata. Setelah menerima pesan mengenai kondisi Irsyad yang membutuhkan kursi roda, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb langsung menindaklanjutinya dengan mendatangi kediaman keluarga tersebut, Rabu (7/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ali menyerahkan kursi roda untuk Irsyad. Selain itu, keluarga juga menerima bantuan kebutuhan pokok dan bantuan untuk mendukung kebutuhan anak.

Irsyad mengalami cerebral palsy sejak berusia sekitar 42 hari setelah mengalami panas disertai kejang. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan motorik sehingga ia membutuhkan kursi roda untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Menurut Ali, kebutuhan kursi roda Irsyad sebenarnya telah disampaikan keluarga sejak 2021. Namun, bantuan baru terealisasi setelah informasi tersebut sampai kepadanya melalui pesan di media sosial.

“Karena kemarin kebetulan saya membaca dan melihat DM itu, saya langsung respons. Alhamdulillah sekarang Irsyad sudah mendapatkan kursi roda,” kata Ali.

Ali mengatakan, penyampaian aspirasi melalui media sosial dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengetahui persoalan yang dialami masyarakat secara langsung. Ia mengaku berupaya merespons pesan masyarakat yang telah dibaca dan diketahui.

“Kalau ada DM masyarakat yang saya lihat, pasti saya respons. Apa pun yang bisa saya bantu, pasti saya bantu,” ujarnya.

Selain kebutuhan kursi roda, Ali juga menemukan persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan Irsyad yang disebut sudah tidak aktif atau memiliki tunggakan. Persoalan tersebut dinilai penting karena Irsyad masih membutuhkan pelayanan kesehatan dan terapi secara berkelanjutan.

Ali mengatakan akan mengupayakan agar Irsyad dapat masuk dalam kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Kita usahakan agar bisa menjadi BPJS PBI. Kasihan juga Irsyad kalau tidak diselesaikan, nanti tidak bisa terapi,” katanya.

Ali memastikan persoalan Irsyad tidak berhenti pada penyerahan kursi roda. Persoalan kepesertaan BPJS akan ditindaklanjuti agar Irsyad dapat memperoleh akses layanan kesehatan dan terapi yang dibutuhkan.

Ibunda Irsyad, Popi Susanti, mengaku bahagia sekaligus lega karena kebutuhan kursi roda yang selama ini dinantikan akhirnya terealisasi. Ia juga tak menyangka Ali datang langsung menemui keluarganya.

“Sangat bahagia sekali. Tidak menyangka Bapak Ali Syakieb bakal ke sini. Sudah ditunggu-tunggu dari kemarin-kemarin, baru sekarang. Alhamdulillah senang,” kata Popi.

Popi menjelaskan, kondisi Irsyad bermula ketika anaknya mengalami panas disertai kejang saat berusia sekitar 42 hari. Sejak saat itu, Irsyad mengalami gangguan motorik dan hingga kini membutuhkan pendampingan serta pelayanan kesehatan.

“Cerebral palsy. Awalnya panas kejang,” ujar Popi.

Kini, di usia delapan tahun, keluarga masih berharap Irsyad mendapat akses pengobatan dan terapi yang memadai. Popi juga ingin anaknya memiliki kesempatan untuk bersekolah dan menjalani aktivitas seperti anak-anak lainnya.

“Harapannya semoga dapat pelayanan untuk berobat anak. Karena ingin sembuh juga, ingin bisa sekolah,” katanya.

Kisah Irsyad sekaligus menunjukkan bahwa laporan warga melalui kanal komunikasi publik dapat menjadi pintu bagi pemerintah untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara langsung dan mengambil langkah tindak lanjut.