Taufik Hidayat Ditangkap, KDM Minta Hukuman Berat dan Bahas Nasib Sayembara Rp250 Juta

Bagikan artikel:
DigoID, - Buron kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29), Taufik Hidayat (30), akhirnya berhasil ditangkap polisi. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jabar atas penangkapan tersebut dan meminta pelaku dijatuhi hukuman berat.
Taufik diringkus tim gabungan kepolisian di wilayah Kabupaten Bandung pada Selasa (24/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Polisi menangkapnya di sebuah rumah di salah satu kompleks perumahan tanpa perlawanan.
Penangkapan itu mengakhiri pelarian Taufik yang sebelumnya menjadi target pencarian aparat setelah diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya sendiri.
"Yang pertama, saya ucapkan terima kasih. Tadi malam saya sudah sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Kapolda, bahwa cepat sekali Taufik Hidayat bisa ditangkap," kata Dedi Mulyadi.
Kasus yang menjerat Taufik sempat memicu perhatian luas masyarakat. Banyak pihak mendesak aparat bergerak cepat karena tindakan yang dilakukan pelaku dinilai sebagai bentuk kekerasan serius terhadap perempuan.
Dedi menegaskan penangkapan pelaku harus diikuti dengan proses hukum yang memberikan efek jera.
"Ya hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Itu berat lho. Diserahkan kepada hakim atas dasar perbuatan yang dilakukan. Yang pasti harus hukuman yang paling berat dari pasal yang ada," ujarnya.
Selain soal penangkapan, perhatian juga tertuju pada sayembara Rp250 juta yang sebelumnya diumumkan untuk membantu menemukan keberadaan Taufik.
Dedi mengatakan hadiah tersebut pada dasarnya diperuntukkan bagi masyarakat yang memberikan informasi hingga pelaku berhasil ditemukan. Namun karena yang menangkap langsung adalah aparat kepolisian, mekanismenya masih perlu dibahas lebih lanjut.
"Sekarang polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan," katanya.
Ia mengaku akan bertemu langsung dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Setiawan untuk membahas persoalan tersebut.
"Takutnya kan ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya akan ketemu dengan Pak Kapolda," ucap Dedi.
Kini, setelah pelaku berada di tangan penyidik, fokus bergeser ke proses hukum yang akan dijalani Taufik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap kasus tersebut diproses secara maksimal agar memberi keadilan bagi korban sekaligus menjadi peringatan keras bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






