digoNEWS

Pelarian Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Sadis di Bandung Berakhir, Taufik Dijebloskan ke Sel Isolasi

Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WIB
6.8K views
Pelarian Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Sadis di Bandung Berakhir, Taufik Dijebloskan ke Sel Isolasi

Bagikan artikel:

DigoID, - Pelarian Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap kekasihnya berinisial YTR (29), akhirnya berakhir. Setelah masuk daftar pencarian orang (DPO), Taufik ditangkap polisi di wilayah Kabupaten Bandung dan langsung ditempatkan di sel khusus dengan pengawasan ketat.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan mengatakan Taufik ditangkap di sebuah perumahan di Kabupaten Bandung setelah beberapa waktu berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pengejaran aparat.

"Akhirnya kami dapat menemukan keberadaan tersangka dan langsung kita lakukan penangkapan," kata Rudi di Mapolda Jabar, Rabu (24/6).

Usai diringkus, Taufik sempat dibawa ke Polsek Majalaya sebelum dipindahkan ke Gedung Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jabar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Polisi memastikan kondisi kesehatan tersangka dalam keadaan baik. Hasil tes urine juga menunjukkan negatif narkoba. Meski demikian, Taufik mengaku sempat mengonsumsi minuman keras sebelum ditangkap.

Karena kasus ini menyita perhatian publik dan dikhawatirkan menimbulkan risiko tertentu selama proses hukum berjalan, penyidik menempatkan Taufik di sel isolasi yang dipantau kamera CCTV selama 24 jam.

"Kemudian kita akan lakukan penahanan di sel khusus yang sudah dipasang CCTV dan berada sendiri dalam pengawasan kami semua," ujar Rudi.

Dalam pemeriksaan awal, Taufik mengakui seluruh tindakan kekerasan yang dilakukannya terhadap korban. Polisi menyebut penganiayaan itu berlangsung dalam kurun waktu hampir tiga tahun di sebuah indekos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Kepada penyidik, tersangka berdalih tindakannya dipengaruhi konsumsi alkohol yang disebutnya terjadi hampir setiap hari. Ia juga mengaku kerap terlibat pertengkaran dengan korban sebelum aksi kekerasan terjadi.

"Semua yang dia lakukan dia mengakui. Dia juga menyatakan menyesal karena dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol. Setiap hari konsumsi alkohol, selalu berdebat dan bercekcok dengan kekasihnya, terjadilah penganiayaan seperti itu," kata Rudi.

Sebelum tertangkap, Taufik diketahui sempat melarikan diri ke wilayah Tangerang. Namun pelariannya tidak berlangsung lama. Polisi menyebut tersangka kembali ke Jawa Barat karena merasa tidak tenang dan terus dihantui ketakutan setelah kasusnya menjadi sorotan.

Jejak keberadaan Taufik akhirnya terlacak melalui transaksi yang dilakukannya pada Selasa pagi. Informasi tersebut menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengendus lokasi persembunyiannya hingga berujung pada penangkapan.

Kasus ini menjadi perhatian karena tingkat kekerasan yang dialami korban tergolong berat dan berlangsung dalam waktu lama. Polisi menilai tindakan tersangka tidak lazim sehingga pemeriksaan tidak hanya berfokus pada aspek pidana.

Polda Jabar berencana melibatkan ahli kejiwaan untuk mendalami kondisi psikologis Taufik selama proses penyidikan berlangsung.

"Kita akan melibatkan ahli kejiwaan supaya mempunyai data awal bagaimana kondisi kejiwaan tersangka. Karena apa yang dilakukan ini sesuatu yang tidak wajar. Perilaku seseorang terhadap kekasihnya bisa kita katakan terlalu sadis," ujar Rudi.

Saat ini penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kekerasan yang dialami korban sekaligus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya. Kasus tersebut memicu perhatian luas publik karena memperlihatkan dugaan kekerasan dalam hubungan yang berlangsung bertahun-tahun tanpa terungkap.