digoNEWS

Indonesia di Forum Energi Dunia: Transisi Energi Tak Boleh Korbankan Lingkungan

Rabu, 24 Juni 2026 pukul 21.37 WIB
20 views
Indonesia di Forum Energi Dunia: Transisi Energi Tak Boleh Korbankan Lingkungan

Bagikan artikel:

DigoID, - Pemerintah Indonesia menegaskan transisi energi menuju energi bersih tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup. Pesan itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat, dalam forum Global Electrification and Transition Energy Summit (GETES) 2026 di Mansion House, London, Selasa (23/6/2026).

Di hadapan para menteri, pemimpin dunia, dan CEO sektor energi, Jumhur menekankan bahwa percepatan pengembangan energi bersih harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan pencapaian target iklim.

"Bagi Indonesia, transformasi ke depan harus dilakukan secara bertanggung jawab. Kami memastikan bahwa setiap langkah pengembangan yang diambil tetap mengedepankan standar lingkungan yang ketat agar selaras dengan komitmen iklim nasional kita," kata Jumhur.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya dorongan global untuk mempercepat transisi energi guna menekan emisi karbon dan membatasi dampak perubahan iklim.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat sorotan karena memiliki posisi strategis dalam agenda iklim dunia. Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki kawasan hutan tropis, lahan gambut, dan ekosistem mangrove yang berperan penting menyerap karbon serta menjaga keseimbangan iklim global.

Dalam forum yang sama, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menegaskan bahwa transisi energi harus dilakukan dengan cepat, tetapi tetap mengedepankan prinsip keadilan.

"Forum ini mengemban tugas yang mendesak pada saat yang sangat mendesak, yakni mempercepat transisi energi dengan kecepatan, skala, dan keadilan, serta membangun ekonomi global baru yang bermanfaat bagi semua orang, yang ditopang oleh listrik bersih dan terjangkau," ujar Guterres.

Menurutnya, keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari berkurangnya emisi karbon. Proses tersebut juga harus mampu menciptakan lapangan kerja, membuka peluang ekonomi baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Transisi ini harus memberikan manfaat bagi semua orang, menciptakan peluang, martabat, dan pembangunan berkelanjutan," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Jumhur menegaskan Indonesia siap menjalankan pembangunan rendah emisi dengan menempatkan perlindungan lingkungan sebagai fondasi utama kebijakan pembangunan.

"Prioritas kami adalah memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan tetap terintegrasi dengan pedoman lingkungan yang kuat. Pendekatan ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk menjaga konsistensi antara pertumbuhan ekonomi dan target pelestarian lingkungan," katanya.

Selain menyampaikan sikap nasional, delegasi Indonesia juga mendorong penguatan kerja sama internasional yang dinilai penting untuk mempercepat transisi energi yang adil dan inklusif.

"Indonesia berkomitmen penuh untuk terus memperkuat praktik pembangunan yang bertanggung jawab. Kami menyambut baik kemitraan strategis yang berlandaskan kepercayaan dan transparansi demi mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan bagi semua," ujar Jumhur.

Sumber : Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup