digoNEWS

Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tak Panik: Ini Baru Tahap Pemetaan

Rabu, 10 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
26 views
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tak Panik: Ini Baru Tahap Pemetaan

Bagikan artikel:

DigoID, - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta orang tua calon murid baru tidak panik menyusul keluhan penyusutan skor pada sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Jabar 2026. Menurutnya, perubahan nilai yang muncul di sistem bukan kesalahan dalam penerimaan siswa, melainkan bagian dari proses penyesuaian data prestasi sesuai aturan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Dedi menjelaskan, skor prestasi yang berubah terjadi karena sistem melakukan verifikasi dan standardisasi terhadap sertifikat yang diunggah pendaftar. Penilaian harus mengacu pada klasifikasi prestasi yang diakui dalam regulasi pemerintah pusat.

"Misalnya, kejuaraan di provinsi itu skornya di bawah kejuaraan nasional. Kayak tadi kan, 'Saya juara di luar negeri', tapi itu tidak diakui sebagai kejuaraan yang terdaftar di Kemdikdasmen," kata Dedi di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Bandung, Selasa.

Dedi menegaskan, PCMB bukan merupakan tahapan pendaftaran resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jabar 2026. Tahap ini hanya digunakan untuk memetakan sebaran calon siswa yang akan masuk ke sekolah negeri.

"Sebenarnya pemetaan itu bukan pendaftaran, tetapi ketika orang sudah terpetakan dengan baik, kemudian dalam sisi kualifikasi sudah memenuhi syarat, ya sudah jalan," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat sekitar 340 ribu calon murid baru telah masuk dalam basis data pemetaan. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang mengalami persoalan terkait skor.

Dedi justru menilai persoalan yang muncul saat ini menjadi keuntungan bagi pemerintah daerah karena masih ada waktu untuk melakukan perbaikan sebelum SPMB resmi dibuka pada 15 Juni 2026.

"Jadi, bagi saya, kegiatan pemetaan ini relatif berhasil. Kami bisa memitigasi berbagai problem dibandingkan kami bikin SPMB, ditutup, orang tua siswa anaknya tidak diterima, waktunya terbatas," tuturnya.

Ia memastikan, polemik yang berkembang beberapa hari terakhir lebih banyak dipicu kendala teknis pada aplikasi pendukung, bukan karena sistem penerimaan siswa yang bermasalah.

"PCMB itu tujuannya untuk memetakan seluruh siswa di seluruh sekolah Provinsi Jawa Barat di sekolah-sekolah negeri. Sehingga, pemetaan itu nanti bagi mereka siswa yang sudah memenuhi syarat, kemudian memang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kemdikdasmen, mereka sudah otomatis menjadi siswa," katanya.

Dedi mengaku telah menerima laporan terkait gangguan aplikasi yang menyebabkan sebagian pendaftar mendapati perubahan skor secara tiba-tiba. Namun, ia memastikan tim teknis tengah melakukan pembenahan agar seluruh kendala dapat diselesaikan sebelum masa pendaftaran dimulai.

"Kalau saya melihat problemnya tadi sederhana. Ini kan dari 340.000 ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi. Tidak usah panik. Lebih baik kita hadapi kesulitan sekarang. Masih ada waktu untuk membenahi," ujar Dedi.

Fenomena penyusutan skor dalam PCMB sempat memicu keresahan di kalangan orang tua siswa. Sejumlah pendaftar mengaku nilai prestasi anak mereka berubah setelah proses verifikasi sistem berlangsung. Kekhawatiran itu muncul karena skor prestasi menjadi salah satu komponen yang diperhitungkan dalam seleksi masuk sekolah negeri.

Pemprov Jabar memastikan evaluasi terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan agar pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar dan tidak merugikan calon murid yang memenuhi persyaratan. Dengan pendaftaran resmi yang masih menyisakan waktu, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang sambil menunggu penyempurnaan sistem selesai dilakukan.