digoNEWS

Empat Pejabat Eselon II Dilantik, Bupati Bandung Tekankan Integritas dan Kecepatan Kinerja

Rabu, 10 Juni 2026 pukul 17.05 WIB
26 views
Empat Pejabat Eselon II Dilantik, Bupati Bandung Tekankan Integritas dan Kecepatan Kinerja

Bagikan artikel:

DigoID, - Bupati Bandung Dadang Supriatna melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung, Rabu (10/6/2026). Dalam pelantikan tersebut, ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta percepatan kinerja untuk menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bandung. Dadang menyebut mutasi jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.

"Pelantikan ini merupakan hal yang biasa dalam proses birokrasi. Jabatan yang diemban adalah amanah sekaligus kepercayaan," kata Dadang.

Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjaga integritas, menjunjung tinggi etika pemerintahan, dan menghindari tindakan yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Dedikasikanlah diri untuk masyarakat Kabupaten Bandung," ujarnya.

Empat pejabat yang dilantik yakni Enjang Wahyudin yang berpindah dari jabatan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Selanjutnya, Tatang Kusnawan yang sebelumnya menjabat Kepala BKPSDM dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Posisi Kepala Disperkimtan diisi Wahyudin yang sebelumnya menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sementara itu, Erwan Kusuma Hermawan yang sebelumnya memimpin Bapenda dipercaya menduduki jabatan Inspektur Daerah Kabupaten Bandung.

Dadang meminta para pejabat tersebut untuk segera bekerja dan tidak membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru.

Menurutnya, masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat dan hasil kerja yang nyata dari aparatur pemerintah.

"Saya harap hari ini bisa langsung beradaptasi dengan tugas yang baru, jangan terlalu lama untuk beradaptasi karena masyarakat menunggu hasil kinerja kita," tegasnya.

Selain mendorong percepatan kinerja, Dadang juga menyoroti perlunya perubahan pola pikir di lingkungan birokrasi. Ia meminta seluruh perangkat daerah menghapus praktik pelayanan yang lamban dan berbelit-belit.

Pemerintah daerah, kata dia, harus mampu menghadirkan pelayanan yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel.

"Tunjukkanlah kepemimpinan yang mampu menginspirasi, menghadirkan solusi, serta membawa perubahan positif di tempat masing-masing," katanya.

Ia menilai seorang pimpinan perangkat daerah tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Pemimpin juga harus mampu menjadi penggerak organisasi dalam menciptakan inovasi serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi upaya penyegaran di sejumlah organisasi perangkat daerah yang memiliki peran strategis, mulai dari pengelolaan sumber daya aparatur, optimalisasi pendapatan daerah, penanganan urusan permukiman, hingga pengawasan internal pemerintahan.

Dadang berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat memperkuat kinerja perangkat daerah masing-masing dan mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang efektif serta bersih.

Dengan komposisi pimpinan baru di sejumlah OPD, Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pelaksanaan program pembangunan daerah.

"Masyarakat menunggu hasil kerja kita. Karena itu, bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab," ujar Dadang. (*)