digoNEWS

Putri Sulung Raja Thailand Meninggal di Usia 47 Tahun Setelah Tiga Tahun Dirawat

Jumat, 12 Juni 2026 pukul 10.33 WIB
8.3K views
Putri Sulung Raja Thailand Meninggal di Usia 47 Tahun Setelah Tiga Tahun Dirawat

Bagikan artikel:

DigoID, - Putri Bajrakitiyabha Mahidol, putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah lebih dari tiga tahun menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kabar duka itu diumumkan langsung oleh Istana Kerajaan Thailand pada Jumat (12/6/2026).

Biro Rumah Tangga Kerajaan menyatakan Putri Bajrakitiyabha mengembuskan napas terakhir pada Kamis malam waktu setempat. Dalam pernyataannya, pihak istana menyebut sang putri mengalami infeksi pada bagian perut yang menyebabkan kondisi kesehatannya terus memburuk.

"Ia meninggal dunia dengan tenang," demikian isi pernyataan resmi kerajaan.

Jenazah Putri Bajrakitiyabha akan disemayamkan di Istana Agung, Bangkok. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi kerajaan Thailand.

Putri yang akrab disapa "Putri Bha" itu diketahui jatuh sakit secara mendadak pada Desember 2022. Sejak saat itu, ia menjalani perawatan intensif dan tidak pernah kembali menjalankan tugas-tugas publiknya.

Pada Mei lalu, Biro Rumah Tangga Kerajaan mengungkapkan kondisi kesehatan Bajrakitiyabha semakin memburuk. Ia disebut bergantung pada berbagai peralatan medis untuk membantu fungsi paru-paru dan ginjal, serta mendapatkan pengobatan secara berkelanjutan.

Bajrakitiyabha merupakan anak tunggal dari pernikahan pertama Raja Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali. Selain berstatus sebagai anggota senior keluarga kerajaan, ia juga dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang hukum dan diplomasi.

Ia menempuh pendidikan di Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat. Bajrakitiyabha meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Cornell dan pernah menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria.

Di tingkat internasional, ia aktif dalam sejumlah program Perserikatan Bangsa-Bangsa. Salah satu isu yang menjadi perhatian utamanya adalah perlindungan hak-hak perempuan, termasuk mendorong perbaikan kondisi narapidana perempuan.

Sebagai putri kerajaan, Bajrakitiyabha memegang peran penting dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan sosial di Thailand. Ia juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Raja Vajiralongkorn.

Setahun sebelum dirawat di rumah sakit, Bajrakitiyabha diangkat ke posisi senior dalam komando pengawal kerajaan yang berada di bawah naungan ayahnya.

Kepergian Putri Bajrakitiyabha menjadi kehilangan besar bagi Kerajaan Thailand. Sosok yang selama ini dikenal aktif di bidang hukum, diplomasi, dan advokasi perempuan itu tutup usia setelah perjuangan panjang melawan penyakit yang dideritanya sejak akhir 2022.