Menteri LH Kepincut Teknologi Pengolah Sampah Inggris, Siap Jadikan Contoh untuk Tutup TPA Open Dumping di Indonesia

Bagikan artikel:
DigoID, – Pemerintah mulai berburu model pengelolaan sampah yang dinilai mampu mengakhiri praktik pembuangan terbuka (open dumping) di Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, bahkan menyebut fasilitas Material Recovery Facility (MRF) milik Biffa Waste Management di Inggris sebagai contoh yang layak ditiru pemerintah daerah.
Kunjungan kerja ke fasilitas tersebut dilakukan untuk mencari praktik terbaik dalam mengoptimalkan MRF sebagai ujung tombak pengolahan sampah sebelum target penutupan TPA open dumping dijalankan.
"Kesan saya melihat Biffa MRF ini adalah salah satu best practice reaktivasi dan optimalisasi MRF yang bisa menjadi inspirasi pemerintah daerah," kata Jumhur.
Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup saat ini tengah membenahi berbagai fasilitas MRF di Indonesia agar mampu mendukung percepatan penutupan TPA open dumping.
Jika dikelola secara optimal, MRF tidak hanya mampu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari material yang berhasil dipilah.
Selama meninjau fasilitas tersebut, Jumhur mengamati sistem pemilahan sampah anorganik yang bekerja cepat dan efisien hingga menghasilkan bahan baku berkualitas tinggi untuk industri daur ulang.
"Teknologi pemilahan dan pemisahan jenis-jenis sampah anorganik di sini dilakukan secara cepat dan efisien, dengan output berupa bahan baku yang berkualitas," ujarnya.
Namun, ia menegaskan teknologi saja tidak cukup. Keberhasilan sistem tersebut bergantung pada kedisiplinan masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya.
Selain itu, industri daur ulang sebagai offtaker dan produsen melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR) juga harus menjalankan tanggung jawabnya.
"Prinsip ini tentunya dapat diterapkan di Indonesia, asal diawali dengan pemilahan yang baik. Kemudian peran aktif offtaker/industri daur ulang, serta tanggung jawab produsen yang diperluas atau EPR. Semua pihak harus memainkan perannya secara optimal," ujar Jumhur.
Di sisi lain, pemerintah memastikan regulasi mengenai EPR kini tengah disusun dan ditargetkan segera rampung. Skema tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam transisi Indonesia menuju ekonomi sirkular.
"Indonesia sangat siap menerapkan EPR. Saat ini aturan sedang disusun, kita harapkan bisa selesai dalam waktu dekat," katanya.
Jumhur menilai penutupan TPA open dumping akan menjadi momentum perubahan besar dalam tata kelola sampah nasional. Dengan pemilahan yang dilakukan sejak hulu, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi.
"Potensi kompos dari sampah organik dan potensi bahan baku industri dari sampah anorganik akan terbuka. Otomatis ekonomi sirkular akan tercipta," pungkasnya.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






