digoNEWS

Pemkab Bandung Kebut Infrastruktur Antibanjir, Drainase Baru hingga Pelebaran Sungai Disiapkan

Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 09.55 WIB
26 views
Pemkab Bandung Kebut Infrastruktur Antibanjir, Drainase Baru hingga Pelebaran Sungai Disiapkan

Bagikan artikel:

DigoID, - Pemerintah Kabupaten Bandung mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir di kawasan Bandung Selatan. Drainase baru menuju Sungai Citarum, pelebaran alur Sungai Cigede, hingga normalisasi Sungai Cipalasari masuk dalam daftar prioritas yang mulai digarap tahun ini.

Langkah itu dipastikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah, Jumat (12/6/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas PUTR Zeis Zultaqawa, Kasatpol PP Uwais Qorni, perwakilan Dinas SDA Jawa Barat, Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi, Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto, serta tokoh masyarakat setempat.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan drainase baru yang terhubung langsung ke Sungai Citarum. Saluran tersebut dirancang memiliki lebar sekitar dua meter guna meningkatkan kapasitas pembuangan air saat hujan deras.

"Konsepnya kita ingin memperbesar kapasitas saluran dan menata utilitas yang ada. Kalau saluran ini bisa terkoneksi dengan baik hingga Sungai Citarum, saya optimistis dapat mengurangi risiko banjir di kawasan Dayeuhkolot ini," kata Dadang Supriatna.

Selain drainase, Pemkab Bandung juga mendorong pelebaran Sungai Cigede. Menurut Dadang, proses koordinasi dengan pemilik lahan di sekitar lokasi telah dilakukan dan mendapat dukungan.

"Alhamdulillah pemilik lahan mendukung. Ini menjadi kabar baik karena pelebaran jalur Sungai Cigede sangat dibutuhkan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir," ujarnya.

Sementara itu, normalisasi Sungai Cipalasari yang selama ini kerap meluap ke Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha juga terus berjalan. Sungai yang berada di kawasan depan pabrik Daliatex hingga Metro Garmin itu telah dikeruk sepanjang 2,5 kilometer oleh Tim Pentahelix Dayeuhkolot.

Dadang menyebut pengerukan membuat kedalaman sungai bertambah sekitar 1,5 meter sehingga daya tampung air meningkat.

"Insya Allah pengerukan sungai ini jadi solusi agar tidak banjir lagi di Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha," katanya.

Banjir yang berulang di kawasan Dayeuhkolot dan Baleendah selama ini tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan arus transportasi di jalur penghubung Bandung-Kabupaten Bandung.

Karena itu, Pemkab Bandung menilai penanganan banjir tidak bisa lagi bersifat sementara. Infrastruktur pengendali banjir harus dibangun secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Selain di Dayeuhkolot, program serupa juga disiapkan untuk wilayah Bojongsoang dan Rancaekek. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan kolam retensi serta mendukung rencana pelebaran sungai di sejumlah titik.

Dadang optimistis dampak banjir di Bandung Selatan dapat ditekan apabila seluruh program berjalan sesuai rencana.

"Kami optimistis jika seluruh program ini berjalan sesuai rencana, maka dampak banjir di wilayah Bandung Selatan dapat berkurang secara bertahap. Yang terpenting adalah kolaborasi dan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan ini," pungkasnya.