Pemkab Bandung Ajukan 3 Ekskavator Baru, Disiapkan Rawat Sungai Usai Normalisasi Citarum

Bagikan artikel:
DigoID, - Pemerintah Kabupaten Bandung mengajukan pengadaan tiga unit ekskavator untuk memperkuat penanganan banjir. Alat berat itu diproyeksikan digunakan untuk pemeliharaan sungai dan pengerukan sedimentasi di sejumlah titik rawan genangan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, usulan pengadaan ekskavator akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026. Menurutnya, keberadaan alat berat menjadi kebutuhan mendesak agar penanganan sungai tidak berhenti setelah proyek normalisasi selesai dikerjakan.
"Seumpama terwujud, ekskavator disiapkan untuk pemeliharaan selepas normalisasi. Untuk teknisnya, Dinas PUTR berkoordinasi dengan BBWS Citarum," kata Dadang kepada awak media, Rabu (10/6/2026).
Rencana itu muncul di tengah persiapan program normalisasi Sungai Citarum di wilayah Kabupaten Bandung. Berdasarkan informasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, pekerjaan normalisasi dijadwalkan mulai berjalan pada akhir Juni 2026.
Jika normalisasi terealisasi sesuai jadwal, tantangan berikutnya adalah menjaga agar sungai tidak kembali dangkal akibat sedimentasi. Pemkab Bandung menilai, pemeliharaan rutin menjadi kunci agar upaya pengendalian banjir tidak bersifat sementara.
Dadang menegaskan, persoalan banjir dan kerusakan sungai tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah daerah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat.
"Persoalan sungai dan banjir ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Harus ada sinergi semua pihak agar penanganannya lebih cepat dan efektif," ujarnya.
Selain menyiapkan alat berat, Pemkab Bandung juga tengah mematangkan sejumlah infrastruktur pengendali banjir di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.
Beberapa wilayah yang masuk prioritas di antaranya Tegalluar, Bojongsoang, dan Sukamanah di Kecamatan Rancaekek. Di lokasi tersebut, pemerintah daerah menyiapkan area tampungan darurat air serta rencana pelebaran saluran drainase.
"Ini kurang lebih sekian juta kubik yang tertampung di lokasi darurat itu. Dan kami juga tetap akan membuat pelebaran solokan-solokan yang ada di area itu, termasuk ke wilayah area danau yang kami rencanakan," kata Dadang.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Bandung dalam menghadapi banjir yang hampir setiap musim hujan berdampak pada aktivitas warga, akses jalan, hingga perekonomian di sejumlah kecamatan.
Namun, efektivitas program tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi pemeliharaan sungai setelah normalisasi dilakukan. Tanpa perawatan berkala, pengerukan sedimentasi dan pengawasan kawasan aliran sungai, ancaman banjir berpotensi kembali berulang di titik-titik yang sama.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya





