digoNEWS

PAD Kabupaten Bandung Baru 31 Persen, KDS Minta Warga Taat Bayar Pajak

Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 13.45 WIB
28 views
PAD Kabupaten Bandung Baru 31 Persen, KDS Minta Warga Taat Bayar Pajak

Bagikan artikel:

DigoID, – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung hingga pertengahan 2026 baru mencapai **Rp631 miliar atau sekitar 31,25 persen dari target Rp2,01 triliun. Kondisi itu membuat pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS menegaskan, pajak yang dibayarkan masyarakat menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Bandung.

"Seluruh pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya kembali untuk pembangunan Kabupaten Bandung. Karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah melaksanakan kewajibannya," kata KDS, dalam acara Bapenda Bedas Run di Lapangan Upakarti, Soreang, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, tingkat kepatuhan wajib pajak memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan berbagai program pemerintah daerah. Dana dari sektor pajak digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan capaian PAD yang masih berada di kisaran sepertiga dari target tahunan, Pemerintah Kabupaten Bandung kini berpacu meningkatkan penerimaan daerah pada semester kedua 2026.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait kewajiban perpajakan, termasuk pajak kendaraan bermotor. Pemerintah juga mendorong perluasan sistem pembayaran pajak secara digital atau non-tunai agar proses pembayaran menjadi lebih mudah dan efisien.

KDS meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung terus berinovasi dalam menggali potensi pendapatan tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menilai, membangun kesadaran pajak tidak cukup hanya mengandalkan penegakan aturan, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kepercayaan publik bahwa pajak yang dibayarkan benar-benar kembali dalam bentuk manfaat nyata.

"Saya berharap kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya membayar pajak dapat terus dilakukan," ujarnya.

Target PAD Kabupaten Bandung yang menembus Rp2,01 triliun tahun ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Jika penerimaan tidak optimal, ruang fiskal untuk membiayai pembangunan berpotensi ikut tertekan.

Di sisi lain, meningkatnya kepatuhan wajib pajak dapat menjadi modal penting bagi Kabupaten Bandung untuk mempercepat pembangunan, memperbaiki layanan publik, dan menjaga keberlanjutan berbagai program yang dibutuhkan masyarakat.