digoNEWS

Megawati Bela Aksi Mahasiswa: Jangan Takut, Kalian Warga Negara Indonesia

Senin, 15 Juni 2026 pukul 16.30 WIB
37 views
Megawati Bela Aksi Mahasiswa: Jangan Takut, Kalian Warga Negara Indonesia

Bagikan artikel:

DigoID, – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri membela aksi demonstrasi mahasiswa yang sempat tertahan aparat saat hendak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pekan lalu. Menurut Megawati, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di ruang publik tanpa harus merasa takut.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat memberikan pidato dalam peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026).

"Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir, ini sopo toh yo?" kata Megawati.

Presiden kelima RI itu kemudian menyoroti pengamanan aparat gabungan TNI dan Polri dalam aksi mahasiswa yang dinilainya berlebihan.

Menurut Megawati, mahasiswa merupakan bagian dari warga negara yang dijamin haknya untuk menyampaikan aspirasi dalam sistem demokrasi.

"Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk! Itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh! Jadi mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak," ujarnya.

Megawati juga menegaskan dirinya tidak gentar menyuarakan pendapat di ruang publik. Bahkan, ia menantang aparat untuk menangkapnya apabila pernyataannya dianggap bermasalah.

"Nah, saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!" ucapnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah kampus, seperti Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Institut Pertanian Bogor, dan perguruan tinggi lainnya, direncanakan berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).

Namun, massa mahasiswa tertahan di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Plaza UOB. Pengamanan aparat membuat mereka tidak dapat mencapai titik aksi yang telah ditentukan.

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan kepada pemerintah. Mereka meminta penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, mengakhiri praktik militerisme di ranah sipil, dan mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

Pernyataan Megawati menambah sorotan terhadap penanganan aksi unjuk rasa mahasiswa. Di tengah meningkatnya kritik terhadap kebijakan pemerintah, ruang demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat kembali menjadi perdebatan publik.