digoNEWS

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Pesantren Bertransformasi Hadapi Ledakan Teknologi

Selasa, 16 Juni 2026 pukul 13.29 WIB
27 views
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Pesantren Bertransformasi Hadapi Ledakan Teknologi

Bagikan artikel:

DigoID, – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta pesantren mulai berbenah menghadapi era digital. Kemunculan kecerdasan buatan (AI) dan pesatnya perkembangan teknologi informasi dinilai menjadi tantangan yang harus dijawab oleh lembaga pendidikan berbasis keagamaan itu.

Menurut Cucun, pesantren perlu membuka diri terhadap perubahan tanpa meninggalkan nilai dan tradisi yang selama ini menjadi kekuatannya.

"Saya ingin pesantren-pesantren itu sudah ramah dengan perkembangan teknologi informasi karena tantangan zaman ke depan," kata Cucun di Pondok Pesantren Al Husaeni Lebak Biru, Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (16/6/2026).

Ia menilai, santri tidak cukup hanya dibekali pemahaman keagamaan. Mereka juga perlu memiliki literasi teknologi agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia yang terus berubah.

Cucun mencontohkan, saat ini AI telah hadir dan mulai digunakan di berbagai bidang kehidupan. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak bisa dipandang sebagai ancaman semata, melainkan peluang yang harus dimanfaatkan.

"Sekarang sudah lahirnya AI, lahirnya sekarang berbagai konsep-konsep tentang teknologi yang harus diadaptif dibagi oleh para santri yang ada di pesantren," ujarnya.

Karena itu, ia mendorong adanya perubahan dalam metode pembelajaran di lingkungan pesantren. Transformasi tersebut dinilai penting agar sistem pendidikan pesantren tetap relevan dengan perkembangan zaman.

"Saya ingin bagaimana metodologi yang diajarkan di pesantren ini harus bertransformasi menuju kepada adaptasi ini," katanya.

Cucun mengingatkan, jika tidak segera beradaptasi, dunia pendidikan pesantren berisiko tertinggal di tengah laju perkembangan teknologi yang semakin cepat.

"Jangan sampai nanti ada dunia pembelajaran pesantren ketinggalan," tegasnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa digitalisasi pendidikan tak hanya menjadi pekerjaan rumah sekolah formal, tetapi juga pesantren yang selama ini berperan besar dalam mencetak generasi muda di Indonesia. Tantangannya kini bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan memastikan santri siap menghadapi masa depan yang semakin dipengaruhi teknologi.