digoNEWS

Karang Taruna Road to School Ungkap Banyak Siswa Mulai Berani Konsultasi Kasus Kekerasan

Selasa, 16 Juni 2026 pukul 08.48 WIB
31 views
Karang Taruna Road to School Ungkap Banyak Siswa Mulai Berani Konsultasi Kasus Kekerasan

Bagikan artikel:

DigoID, – Program Karang Taruna Road to School yang digelar Karang Taruna Kabupaten Bandung tak hanya menjadi ajang mengenalkan organisasi kepemudaan kepada pelajar. Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi siswa untuk berkonsultasi terkait kasus kekerasan yang selama ini kerap tersembunyi.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bandung, Ruli Yuliana, mengatakan program itu lahir dari keinginan memperkenalkan peran karang taruna kepada generasi muda, khususnya siswa SMA yang masuk dalam rentang usia kepemudaan.

Menurutnya, masih banyak yang menganggap karang taruna hanya berfungsi sebagai panitia peringatan Hari Kemerdekaan.

"Yang hari ini dipahami bahwa karang taruna adalah panitia perayaan Agustusan itu pun tidak salah. Tapi tanggung jawab dan tugas karang taruna bukan hanya sekadar menjadi panitia Agustusan," ujar Ruli.

Melalui kegiatan tersebut, Karang Taruna menggandeng DP2KBP3A Kabupaten Bandung dan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT-PPA) untuk memberikan edukasi terkait bullying, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pentingnya melapor jika menjadi korban atau mengetahui adanya tindak kekerasan.

Program itu telah dilaksanakan di enam SMA di Kabupaten Bandung. Ruli mengaku antusiasme siswa cukup tinggi selama kegiatan berlangsung.

"Kita melihat responsnya sangat antusias. Ini menjadi PR kita, insyaallah tahun depan kita akan melakukan hal yang sama, bahkan bisa jadi menambah jumlah sekolah," katanya.

Ia mengungkapkan, setelah mendapatkan pemahaman mengenai layanan UPT-PPA, sejumlah siswa mulai memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi terkait persoalan yang mereka hadapi.

"Banyak kejadian yang hari ini terlaporkan dengan baik. Kemudian menjadi bahan bagi dinas untuk melakukan langkah-langkah pencegahan kekerasan anak maupun perlindungan terhadap perempuan," ujarnya.

Selain isu kekerasan, para siswa juga mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Karang Taruna turut melibatkan berbagai pihak, termasuk Densus 88, untuk memberikan edukasi terkait pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Ruli menilai pembekalan semacam ini penting dilakukan sejak usia sekolah. Pasalnya, remaja kerap menjadi kelompok yang rentan terpapar berbagai pengaruh negatif, baik dari lingkungan sekitar maupun media digital.

"Ini menjadi komunikasi pencegahan untuk teman-teman yang masih duduk di bangku sekolah," katanya.

Ke depan, Karang Taruna Kabupaten Bandung berencana memperluas jangkauan program Road to School. Selain memperkenalkan fungsi karang taruna, program itu diharapkan menjadi sarana edukasi agar pelajar lebih berani bersuara, memahami hak-haknya, dan terhindar dari berbagai ancaman sosial yang mengintai generasi muda.