digoNEWS

MBG Lagi Ramai, Ketua Karang Taruna Kabupaten Bandung: Jangan Programnya yang Dihentikan, Bereskan Oknumnya!

Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 20.15 WIB
28 views
MBG Lagi Ramai, Ketua Karang Taruna Kabupaten Bandung: Jangan Programnya yang Dihentikan, Bereskan Oknumnya!

Bagikan artikel:

DigoID,- Di tengah ramainya polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Karang Taruna Kabupaten Bandung melontarkan pesan tegas. Kalau memang ada yang bermasalah, proses pelakunya. Tapi jangan sampai program yang sudah dirasakan manfaatnya jutaan masyarakat malah ikut dihentikan.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bandung, Ruli Yuliana, menilai MBG bukan sekadar program bagi anak sekolah. Di baliknya, ada ribuan tenaga kerja, petani, pelaku UMKM, hingga dapur-dapur MBG yang kini bergantung pada keberlangsungan program tersebut.

"Kalau ada yang bermain atau melanggar aturan, ya tindak saja. Tapi jangan sampai programnya ikut jadi korban. Yang menikmati manfaatnya bukan sedikit, dampaknya sudah terasa di masyarakat," kata Ruli.

Menurutnya, solusi yang dibutuhkan saat ini bukan menghentikan MBG, melainkan memperketat pengawasan agar pelaksanaannya semakin bersih dan tepat sasaran.

"Yang harus diperbaiki itu sistemnya. Pengawasannya diperkuat, pelaksanaannya dibenahi. Jangan sampai masyarakat kehilangan manfaat gara-gara ulah segelintir orang," ujarnya.

Ruli mengatakan Karang Taruna siap ikut mengawal pelaksanaan MBG hingga tingkat desa. Sebab, organisasinya memiliki jaringan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

"Kami ada sampai desa dan RW. Banyak warga yang bilang program ini benar-benar membantu. Itu yang membuat kami yakin MBG harus tetap lanjut," tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penerima manfaat MBG kini semakin luas. Bukan hanya siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia.

"Program ini sudah menyentuh banyak kelompok masyarakat. Yang harus dipastikan sekarang kualitas makanannya tetap bagus dan benar-benar sampai ke orang yang berhak," katanya.

Menurut Ruli, jika MBG sampai dihentikan, efeknya akan terasa jauh lebih besar dibanding persoalan yang sedang terjadi.

"Kalau program ini berhenti, yang kehilangan bukan cuma penerima manfaat. Tenaga kerja bisa terdampak, petani kehilangan pasar, UMKM juga ikut terpukul. Jadi, benahi yang salah, tapi jangan matikan programnya," tegasnya.

Karang Taruna Kabupaten Bandung pun mengaku siap menjadi bagian dari pengawasan di lapangan agar MBG tetap berjalan sesuai tujuan awal: menghadirkan makanan bergizi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dari bawah.