digoNEWS

Jokowi Terima Gelar Adat "Baginda Pemuka Bangsa" dari Lima Kerajaan Adat Lampung

Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 20.21 WIB
20 views
Jokowi Terima Gelar Adat "Baginda Pemuka Bangsa" dari Lima Kerajaan Adat Lampung

Bagikan artikel:

DigoID, - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menerima gelar adat kehormatan "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi adat yang digelar di Kedatun Keagungan, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6).

Penganugerahan gelar tersebut diberikan oleh lima kerajaan adat Lampung sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Jokowi selama memimpin Indonesia. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri para sultan, penyimbang adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Setibanya di lokasi, Jokowi disambut melalui tradisi Nemui Nyimah, yaitu adat penyambutan tamu kehormatan dalam budaya Lampung. Mengenakan pakaian adat lengkap, Jokowi kemudian mengikuti rangkaian prosesi penyematan gelar di Gedung Pusiban, Kedatun Keagungan.

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh adat Lampung yang telah memberikan penghormatan tersebut. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

"Saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 beserta seluruh jajaran perangkat adat. Saya sangat menghargai dan menghormati kebudayaan yang terus kita rawat dan pelihara bersama," ujar Jokowi.

Menurutnya, budaya lokal merupakan kekayaan bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Penganugerahan gelar adat ini menjadi salah satu agenda utama kunjungan Jokowi ke Provinsi Lampung. Setelah prosesi adat, Jokowi dijadwalkan menghadiri sejumlah kegiatan lainnya, termasuk bersilaturahmi dengan kader dan relawan dalam rangkaian agenda di Lampung.

Pemberian gelar adat kepada tokoh nasional merupakan tradisi yang telah lama dilakukan oleh berbagai komunitas adat di Indonesia sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi seseorang terhadap masyarakat, bangsa, maupun pelestarian nilai-nilai kebudayaan.