digoNEWS

Di London, Raja Charles III Puji Komitmen Prabowo Jaga Keanekaragaman Hayati Indonesia

Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 05.56 WIB
35 views
Di London, Raja Charles III Puji Komitmen Prabowo Jaga Keanekaragaman Hayati Indonesia

Bagikan artikel:

DigoID, – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat bertemu dan berdialog langsung dengan Raja Charles III di Istana St. James, London, Selasa (24/6), di sela agenda London Climate Action Week (LCAW) 2026. Dalam pertemuan itu, Raja Charles memuji komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kesejahteraan rakyat sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia.

Pertemuan berlangsung dalam forum Super-pollutant High-level Reception, salah satu agenda eksklusif LCAW yang mempertemukan para pemimpin dunia, tokoh lingkungan global, dan pengambil kebijakan iklim.

Saat bersalaman dengan Raja Charles III, Jumhur menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto.

"Saya menyampaikan salam paling hangat dari Presiden Prabowo Subianto," kata Jumhur.

Mendengar nama Presiden Prabowo, Raja Charles merespons dengan apresiasi terhadap arah kebijakan pemerintah Indonesia.

"Presiden Prabowo itu baik dan sedang berusaha keras menyejahterakan bangsa juga dengan memelihara keanekaragaman hayati di Indonesia," ujar Raja Charles.

Jumhur juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Raja Charles terhadap berbagai upaya Indonesia dalam menjaga lingkungan hidup.

"Terima kasih selama ini telah mendukung Indonesia dalam upaya melestarikan lingkungan hidup," kata dia.

Kehadiran Jumhur di forum tersebut menempatkan Indonesia di antara sedikit negara yang mendapat undangan khusus dalam pembahasan isu super polutan, seperti emisi gas metana dan karbon hitam yang menjadi penyumbang utama pemanasan global.

Dalam forum itu, Jumhur berdiskusi mengenai berbagai langkah pengendalian emisi bersama sejumlah tokoh dunia, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Inggris Mary Creagh, Menteri Energi dan Iklim Inggris Ed Miliband, serta Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

London Climate Action Week 2026 yang berlangsung pada 22-26 Juni diikuti ribuan peserta dari kalangan pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, hingga anggota parlemen dari berbagai negara. Forum tersebut membahas berbagai strategi menghadapi krisis iklim, mulai dari pengurangan emisi, transisi energi, hingga perlindungan keanekaragaman hayati.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian dalam forum tersebut karena memiliki kekayaan keanekaragaman hayati darat dan laut yang termasuk terbesar di dunia. Kehadiran Menteri Jumhur sekaligus menunjukkan keterlibatan Indonesia dalam pembahasan kebijakan lingkungan di tingkat global, termasuk upaya pengendalian pencemaran dan perlindungan ekosistem.