Mahasiswa Kepung DPRD Jabar, Soroti Pertamax Naik hingga Tolak Pengesahan RUU Polri

Bagikan artikel:
DigoID, - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (15/6). Mereka turun ke jalan membawa sederet tuntutan yang dinilai berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi dan demokrasi di Indonesia.
Massa aksi memadati kawasan Gedung DPRD Jabar setelah melakukan long march dari Jalan Sulanjana menuju Jalan Diponegoro. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat akibat konsentrasi massa yang terus bertambah.
Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga Pertamax yang dinilai semakin membebani masyarakat di tengah daya beli yang belum pulih. Mereka juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berpotensi memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
Selain isu ekonomi, mahasiswa turut mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut mereka perlu dievaluasi dari sisi efektivitas dan prioritas anggaran negara.
Tuntutan lainnya adalah penolakan terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri. Mahasiswa menilai sejumlah poin dalam beleid tersebut berpotensi memperluas kewenangan institusi kepolisian tanpa mekanisme pengawasan yang memadai.
"Kami hadir sebagai bentuk kontrol terhadap kebijakan pemerintah. Isu yang kami bawa bukan sekadar kepentingan mahasiswa, tetapi menyangkut kehidupan masyarakat luas," ujar salah seorang peserta aksi saat berorasi.
Sepanjang aksi berlangsung, mahasiswa bergantian menyampaikan aspirasi melalui mimbar bebas di depan gerbang DPRD Jabar. Mereka membawa berbagai poster dan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Hingga berita ini ditulis, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Belum ada perwakilan DPRD Jawa Barat yang memberikan keterangan terkait tuntutan yang disampaikan massa.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya





