Kasus Penyekapan Jadi Alarm, Bupati Bandung Minta Kamling Diperketat dan Siaga El Nino

Bagikan artikel:
DigoID, - Kasus penyekapan warga Kabupaten Bandung yang belakangan menyita perhatian publik menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Keamanan lingkungan kini menjadi sorotan utama, bersamaan dengan ancaman kemarau panjang akibat El Nino dan persoalan banjir yang belum tuntas.
Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh desa memperketat sistem keamanan lingkungan, mengaktifkan kembali peran RT-RW, serta meningkatkan pengawasan terhadap rumah kontrakan dan rumah kos.
"Kepedulian sosial harus terus ditingkatkan. RT, RW, dan pemerintah desa harus lebih peka terhadap kondisi lingkungan agar berbagai potensi permasalahan sosial dapat dicegah sejak dini," kata Dadang, Senin (22/6/2026).
Instruksi itu muncul setelah kasus penyekapan warga Kabupaten Bandung memicu kekhawatiran soal lemahnya deteksi dini di lingkungan masyarakat. Pemerintah daerah juga meminta koordinasi antara kepala desa dan unsur Forkopimda diperkuat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Di sisi lain, ancaman El Nino mulai masuk radar pemerintah. Perumda Air Minum Tirta Raharja diminta segera memetakan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih jika musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.
"Kita harus siap dari sekarang. Daerah-daerah yang berpotensi terdampak harus dipetakan dan dicarikan solusinya agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya.
Hasil pemetaan awal menunjukkan sejumlah wilayah layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berisiko terdampak kekeringan. Jika kondisi itu terjadi, pelayanan air bersih kepada ribuan pelanggan bisa terganggu.
Pemerintah juga meminta Dinas Pertanian, Dinas PUTR, BPBD, dan BBWS Citarum memperkuat koordinasi untuk menjaga pasokan air bagi sektor pertanian. Langkah antisipasi dinilai penting agar dampak El Nino tidak mengganggu produksi pangan maupun kebutuhan dasar warga.
Tak hanya soal kekeringan, persoalan banjir juga menjadi perhatian. Menurut Dadang, banjir di Kabupaten Bandung tidak semata dipicu hujan deras, tetapi juga sedimentasi sungai dan saluran air yang terus meningkat.
Karena itu, ia mendorong keterlibatan berbagai pihak melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas.
"Saya mengapresiasi kecamatan yang sudah aktif menjalankan Pentahelix. Yang belum berjalan maksimal agar segera melakukan tindak lanjut di lapangan karena persoalan banjir harus ditangani bersama-sama," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bandung juga meminta sinkronisasi program dengan BBWS Citarum dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat normalisasi sungai serta penanganan sedimentasi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama banjir.
Selain membahas keamanan, kekeringan, dan banjir, pemerintah daerah turut mengevaluasi realisasi pendapatan dan belanja daerah semester pertama 2026. Seluruh perangkat daerah diminta mempercepat pelaksanaan program dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang tersedia.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






