digoNEWS

Bupati Bandung Kembali Bagikan Ribuan Kain Kafan pada Malam 1 Muharam

Senin, 15 Juni 2026 pukul 22.44 WIB
27 views
Bupati Bandung Kembali Bagikan Ribuan Kain Kafan pada Malam 1 Muharam

Bagikan artikel:

DigoID, – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali melanjutkan tradisi membagikan kain kafan kepada masyarakat pada malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026).

Pembagian ribuan lembar kain kafan itu dipusatkan di Dome Balerame Soreang, Jalan Raya Al Fathu, Kabupaten Bandung. Kain kafan akan disalurkan kepada DKM masjid, pengurus RT dan RW, kepala desa, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Tradisi tersebut kembali menjadi sorotan karena dinilai tidak lazim dilakukan dalam peringatan Tahun Baru Islam. Namun, Dadang menegaskan kegiatan itu tidak berkaitan dengan hal mistis.

"Pembagian kain kafan ini bukan mistis, melainkan wujud kepedulian sekaligus pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian. Hidup di dunia hanya sementara," kata Dadang.

Menurutnya, mengingat kematian dapat menjadi refleksi bagi setiap orang untuk menjalani hidup dengan lebih baik.

"Dengan mengingat kematian, kita diharapkan lebih giat beramal, berbakti kepada orang tua, serta menjaga kebersamaan," ujarnya.

Dadang menjelaskan, tradisi berbagi kain kafan telah ia lakukan sejak menjabat Kepala Desa Tegalluar. Sejak saat itu, ribuan lembar kain kafan dibagikan secara cuma-cuma setiap malam Tahun Baru Islam.

Ia mengatakan, tradisi tersebut berawal dari pengalaman pribadi saat melayat ke rumah salah seorang warga bersama istrinya. Saat itu, keluarga almarhum kesulitan mendapatkan kain kafan untuk proses pemakaman.

"Saat itu jenazah sudah cukup lama menunggu untuk dikafani. Ketika saya tanyakan kepada keluarganya, ternyata mereka masih berusaha mencari penjual kain kafan," tuturnya.

Pengalaman itu kemudian mendorongnya untuk menyediakan kain kafan bagi masyarakat agar kebutuhan mendesak tersebut bisa segera terpenuhi ketika diperlukan.

"Dari pengalaman itulah muncul keinginan untuk membagikan kain kafan kepada masyarakat setiap malam Tahun Baru Islam agar kebutuhan tersebut selalu tersedia saat diperlukan," katanya.

Selain membantu warga, Dadang berharap tradisi itu menjadi momentum hijrah untuk memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

"Kalau kita selalu ingat bahwa suatu saat akan dibungkus kain kafan, maka hidup akan lebih hati-hati dan penuh pertimbangan. Itulah pesan moral yang ingin disampaikan," ucapnya.