digoNEWS

Jemaah Haji Kloter KJT-04 Akhirnya Pulang Setelah Penerbangan Tertunda karena Masalah Teknis

Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 17.22 WIB
10.0K views
Jemaah Haji Kloter KJT-04 Akhirnya Pulang Setelah Penerbangan Tertunda karena Masalah Teknis

Bagikan artikel:

DigoID, — Jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam Kloter KJT-04 debarkasi Kertajati akhirnya diberangkatkan pulang ke Tanah Air setelah penerbangan mereka sempat tertunda akibat kendala teknis pada pesawat Saudia Airlines.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah berhasil diterbangkan dengan aman setelah pesawat menyelesaikan proses pemeriksaan dan perbaikan.

"Alhamdulillah, seluruh jemaah dapat diberangkatkan dengan aman dan penerbangan berlangsung lancar," kata Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).

Pesawat Saudia Airlines nomor penerbangan SV-5288 yang mengangkut jemaah Kloter KJT-04 semula dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Kamis (4/6/2026) pukul 18.50 waktu setempat.

Namun, menjelang keberangkatan, maskapai menemukan masalah teknis pada pesawat. Temuan tersebut membuat penerbangan harus ditunda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Ichsan, keputusan menunda penerbangan diambil demi memastikan standar keselamatan penerbangan terpenuhi.

"Kami menegaskan bahwa keselamatan jemaah merupakan prioritas utama. Karena itu, setiap prosedur pemeriksaan dan penanganan teknis harus dipastikan selesai sebelum pesawat diizinkan terbang," ujarnya.

Setelah proses perbaikan rampung dan pesawat dinyatakan layak terbang, penerbangan akhirnya diberangkatkan pada pukul 02.19 waktu Arab Saudi.

Selama masa penundaan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berkoordinasi dengan pihak maskapai dan otoritas bandara untuk memastikan kebutuhan jemaah tetap terpenuhi.

Insiden ini juga menjadi sorotan Kemenhaj terhadap kesiapan armada penerbangan yang digunakan dalam operasional haji. Pemerintah meminta maskapai melakukan pemeriksaan teknis lebih awal guna mengurangi risiko gangguan yang berdampak pada jadwal pemulangan jemaah.

"Kami mendorong maskapai untuk memastikan kesiapan teknis pesawat sejak awal, jauh sebelum jadwal keberangkatan," kata Ichsan.

Ia menilai pemeriksaan yang dilakukan lebih dini dapat meminimalkan potensi gangguan teknis yang berujung pada keterlambatan penerbangan.

"Dengan pemeriksaan yang lebih dini dan menyeluruh, potensi kendala dapat diminimalkan sehingga proses kepulangan jemaah berjalan lebih tepat waktu, aman, dan lancar," tambahnya.

Kemenhaj menyatakan akan terus memantau proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi serta berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait agar seluruh rangkaian penerbangan kepulangan berjalan sesuai jadwal dan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.