Dibalik Penyerahan Diri Taufik Hidayat: Telepon Minta Tolong hingga Akhirnya Datang ke Rumah Senior Lamanya

Bagikan artikel:
DigoID, — Buronan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki (29), Taufik Hidayat alias Opik, akhirnya menyerahkan diri setelah dibujuk seorang mantan rekan kerjanya, Dadang Ahyar Ismail (53). Proses itu diawali dari serangkaian percakapan telepon saat Taufik mengaku panik karena namanya menjadi sorotan publik.
Dadang mengungkapkan, Taufik pertama kali menghubunginya beberapa hari lalu setelah kasus yang menjeratnya ramai diberitakan dan viral di media sosial.
"Dia telepon saya. Katanya, 'Pak, gimana ini saya sudah viral se-Indonesia'. Saya bilang, memang sekarang sudah ramai," ujar Dadang kepada wartawan.
Dalam percakapan tersebut, Taufik disebut meminta bantuan dan perlindungan. Namun, Dadang justru menyarankan agar ia menghentikan pelarian dan mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui jalur hukum.
"Saya bilang, kalau terus lari juga tidak akan selesai. Bisa saja ketangkap warga, bisa juga ditangkap polisi. Saya suruh dia pikirkan baik-baik," katanya.
Menurut Dadang, Taufik sempat bimbang sebelum akhirnya memutuskan menyerahkan diri. Keputusan itu tidak langsung diambil karena selama berkomunikasi ia kerap berganti-ganti nomor telepon.
"Dia sempat mikir lama. Akhirnya bilang, 'Ya sudah Pak, saya ikut Bapak saja, saya mau menyerahkan diri'," kata Dadang.
Mendengar keputusan tersebut, Dadang kemudian menghubungi seorang anggota Polda Jawa Barat bernama Hendi untuk mengatur proses penyerahan diri. Keduanya menyusun langkah agar Taufik tidak berubah pikiran atau kembali melarikan diri.
Saat Taufik memastikan akan datang ke rumahnya, Dadang meminta polisi bersiaga secara diam-diam. Petugas datang tanpa mengenakan atribut mencolok agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"Kalau banyak anggota takutnya dia kabur lagi. Jadi Pak Hendi saja yang menunggu di rumah," ujarnya.
Pada hari yang telah disepakati, Taufik datang ke rumah Dadang dalam kondisi kooperatif. Setelah berbincang singkat, polisi langsung membawanya untuk menjalani proses hukum.
"Begitu datang, kami ngobrol sebentar. Setelah itu dibawa oleh anggota Polda untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Dadang.
Dadang menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan keluarga dengan Taufik. Kedekatan mereka berawal saat bekerja bersama pada 2023 hingga 2024.
Menurut dia, selama bekerja bersama, Taufik dikenal sebagai sosok yang biasa saja dan tidak pernah menunjukkan perilaku mencolok.
"Saya bukan saudaranya. Kami hanya pernah satu pekerjaan. Karena saya yang paling tua, anak-anak sering curhat atau minta pendapat ke saya," ujarnya.
Dadang juga mengaku sempat mendengar cerita dari Taufik mengenai hubungannya dengan perempuan yang kini menjadi korban. Berdasarkan pengakuan Taufik, keduanya pernah berpacaran, tinggal bersama dalam satu kontrakan, hingga disebut menjalani pernikahan siri.
Namun Dadang menegaskan seluruh cerita itu hanya berasal dari pengakuan Taufik dan belum bisa dipastikan kebenarannya.
"Itu cerita dari Taufik. Saya tidak tahu fakta sebenarnya seperti apa. Itu nanti tugas penyidik untuk membuktikan," katanya.
Ia juga menyoroti klaim yang menyebut korban disekap selama tiga tahun. Menurut Dadang, selama periode 2023 hingga 2024, Taufik masih bekerja bersamanya di sejumlah lokasi sehingga ia menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada penyidik.
"Kalau soal tiga tahun itu silakan nanti dibuktikan. Yang saya tahu, tahun 2023 sampai 2024 dia masih kerja bersama saya," ujarnya.
Setelah penyerahan diri berlangsung, Taufik langsung dibawa aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan. Polisi kini masih mendalami kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang sempat menghebohkan publik tersebut.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






