digoNEWS

Gempa M 4,9 Guncang Palu, BMKG: Bagian dari 354 Kali Gempa Susulan Pascagempa M 6,7

Rabu, 17 Juni 2026 pukul 07.30 WIB
44 views
Gempa M 4,9 Guncang Palu, BMKG: Bagian dari 354 Kali Gempa Susulan Pascagempa M 6,7

Bagikan artikel:

DigoID, – Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui kekuatan gempa dari magnitudo (M) 5,1 menjadi M 4,9 dan memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, episenter gempa berada di koordinat 1,11 derajat Lintang Selatan dan 120,32 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di darat, sekitar 54 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 11 kilometer.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," kata Wijayanto dalam keterangannya, Rabu,(17/6/2026).

Berdasarkan analisis BMKG, guncangan terkuat dirasakan di Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, dengan intensitas V MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan hampir semua orang dan berpotensi menyebabkan benda-benda terjatuh.

Sementara itu, wilayah Palolo di Kabupaten Sigi serta Torue di Parigi Moutong merasakan guncangan pada skala IV-V MMI. Kota Sigi Biromaru dan Kota Poso mengalami guncangan III MMI, sedangkan Kota Palu berada pada intensitas II-III MMI. Getaran dengan intensitas II MMI juga dirasakan di Donggala dan Pasangkayu.

Meski demikian, hingga saat ini BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Wijayanto.

BMKG menyebut gempa M 4,9 itu merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan setelah gempa utama berkekuatan M 6,7 yang mengguncang Palu pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB.

Data pemantauan BMKG hingga Rabu pukul 02.00 WIB mencatat telah terjadi 354 gempa susulan. Dari ratusan aktivitas tersebut, gempa terbesar mencapai magnitudo 5,2.

Banyaknya gempa susulan membuat warga di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah masih diliputi kewaspadaan. BMKG meminta masyarakat tetap mengandalkan informasi resmi dan tidak terpancing kabar yang belum terverifikasi.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Wijayanto.

BMKG juga mengimbau warga untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali masuk ke dalam rumah serta terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah dan BMKG.