digoNEWS

Dulu Debt Collector, Kini Buron Kasus Penyiksaan Wanita hingga Buta Permanen, Sosok TH Terus Dikuliti Publik

Selasa, 23 Juni 2026 pukul 08.00 WIB
48 views
Dulu Debt Collector, Kini Buron Kasus Penyiksaan Wanita hingga Buta Permanen, Sosok TH Terus Dikuliti Publik

Bagikan artikel:

DigoID, - Sosok Taufik Hidayat alias TH (30) terus menjadi sorotan setelah diduga menyekap dan menganiaya YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, hingga mengalami luka berat dan kehilangan penglihatan secara permanen.

Saat polisi masih memburu keberadaannya, berbagai informasi mengenai latar belakang TH bermunculan dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Mulai dari pekerjaannya sebagai debt collector hingga pengakuan sejumlah orang yang mengaku pernah berhadapan dengan pria tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, TH diketahui bekerja sebagai debt collector eksternal pada sebuah perusahaan pembiayaan. Fakta itu mencuat setelah identitas terduga pelaku mulai terungkap ke publik pasca kasus penganiayaan terhadap YTR viral.

Di tengah pencarian yang dilakukan aparat, aktivitas media sosial yang diduga berkaitan dengan TH juga ikut menjadi perhatian. Akun TikTok bernama @dudajelek351 disebut masih menunjukkan aktivitas dalam beberapa hari terakhir.

Akun tersebut diketahui memiliki lebih dari 20 ribu pengikut dan berisi berbagai unggahan seputar kehidupan pribadi hingga pemandangan alam. Temuan itu memicu beragam spekulasi dari warganet terkait keberadaan TH.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang mengonfirmasi apakah akun tersebut benar milik TH atau memiliki keterkaitan langsung dengan kasus yang sedang ditangani.

Tak hanya soal pekerjaannya, berbagai cerita mengenai rekam jejak TH juga mulai bermunculan di media sosial. Sejumlah akun mengaku mengenal sosok tersebut sejak lama dan menyebut TH kerap terlibat persoalan sejak usia sekolah.

Dalam berbagai unggahan yang beredar, muncul klaim bahwa pelaku memiliki perilaku agresif dan sering terlibat konflik di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan ada narasi yang menyeret anggota keluarganya.

Sebagian komentar menyebut ibu TH kerap membela anaknya saat menghadapi masalah dengan warga. Sementara kakaknya disebut sering turun tangan ketika terjadi konflik yang melibatkan TH.

Namun seluruh informasi tersebut masih sebatas klaim dan testimoni yang beredar di media sosial. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang membenarkan tudingan-tudingan tersebut.

Perhatian publik terhadap kasus ini semakin membesar setelah muncul pengakuan seorang perempuan yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa dengan TH.

Melalui akun Instagram @adillaapril1, perempuan itu mengaku pernah berinteraksi dengan TH pada awal 2024. Ia menyebut sempat dibawa ke wilayah Solokan Jeruk yang tidak dikenalnya.

Menurut pengakuannya, ia berhasil pulang setelah terus meminta kepada TH untuk mengantarnya kembali.

"Aku salah satu korbannya juga di tahun 2024 awal. Alhamdulillah aku selamat Kak, karena waktu itu aku langsung minta pulang," tulisnya.

Perempuan tersebut juga mengaku sempat merasakan perilaku yang dianggap tidak biasa saat berkomunikasi dengan TH.

"Kalo ketemu aku kaya yang ngobat, soalnya ngomongnya balelol," tulisnya.

Ia bahkan mengklaim pernah menempuh jalur hukum terkait pengalaman yang dialaminya.

Meski begitu, pengakuan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang menghubungkannya dengan perkara yang kini menjerat TH.

Sementara itu, fokus penyidikan saat ini masih tertuju pada dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR yang menyebabkan korban mengalami cacat permanen. Kasus tersebut memicu kemarahan publik dan mendorong aparat untuk segera menangkap TH yang hingga kini masih berstatus buron.